MALANGTIMES - Keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten masih menjadi kendala percepatan pengembangan ekonomi kreatif (ekraf). 

Belum adanya sinkronisasi antara kompetensi lulusan dari perguruan tinggi dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri, menimbulkan kesenjangan dalam pengembangan ekraf di sub sektor aplikasi dan game (gim). 

Untuk menjembatani problem itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan Pedoman Kebutuhan Penguasaan Teknik Berbasis Industri Aplikasi dan Pengembang Permainan sebagai Acuan Kebutuhan Pengembangan SDM Kota Malang. Pasalnya, Kota Malang ditetapkan sebagai Kota Kreatif dengan subsektor Aplikasi dan Gim di Pulau Jawa.

Perwakilan tim penyusun pedoman, Amar Alpabet menyatakan bahwa fokus pengembangan subsektor aplikasi dan gim Kota Malang adalah Center for Digital Industry Development. 

"Pada fase pertama hingga akhir tahun 2019, kita mengangkat ‘Malang Bersinergi’, lalu fase kedua hingga 2021 ‘Malang Berdaya’, fase ketiga hingga 2023 ‘Malang Mendunia’, ini semua akan kita aktivasi melalui laman malang.digital," ujarnya. 

Seperti diketahui, Bekraf telah memutuskan 10 kota/kabupaten di Indonesia sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia Tahun 2019. Empat di antaranya, yakni Kota Malang, Kabupaten Majalengka, Kota Palembang, dan Kabupaten Kutai Kartanegara ditetapkan mendapatkan pendampingan khusus dari Bekraf.

Sebagai tindak lanjut dari keputusan tersebut, Bekraf bersama para aktor ekraf Kota Malang pada 29-31 Agustus 2019 melakukan penyusunan pedoman khusus. 

Selain diperuntukkan bagi pelaku ekraf di kota pendidikan itu, pedoman tersebut juga akan diterapkan pada pelaku pelaku ekraf aplikasi dan gim pada umumnya. 

Amar menyebut, pedoman tersebut sangat dibutuhkan untuk merespon masalah utama pada subsektor Aplikasi dan Gim, khususnya di Kota Malang. 

"Masalah utamanya yaitu kesenjangan antara kompetensi lulusan dari perguruan tinggi dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri," sebutnya.

Lebih lanjut, Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf Selliane Halia Ishak menyatakan bahwa fasilitasi/pendampingan ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Kota Kreatif Malang. 

"Bekraf berkomitmen untuk melakukan pendampingan. Harapannya, bisa menjadikan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama perekonomian Kota Malang," ujarnya.

Dalam launching pedoman itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan besarnya potensi menjadikan ekonomi kreatif sebagai pendorong utama peningkatan ekonomi kota. 

"Dengan pedoman ini, seluruh kegiatan akan terstruktur dan terukur. Sehingga ke depan, Kota Malang sebagai pusat produksi berbasis teknologi digital yang humanis, futuristik dan berkelas dunia," pungkasnya.