MALANGTIMES - Beragamnya potensi pariwisata yang ada di Malang Raya masih harus dioptimalkan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Hanya saja, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya mengandalkan keberadaan obyek wisata sebagai tulang punggung utama pemikat wisatawan. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengungkapkan bahwa pihaknya mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan di wilayah Malang kiranya terus diarahkan ke sektor produktif dan prioritas. Salah satunya yakni sektor pariwisata. "Saya memahami bahwa di wilayah kerja OJK Malang sangat kaya akan potensi wisata yang telah terkenal bahkan hingga di tingkat dunia," sebutnya.

Dia mencontohkan, obyek wisata gunung Bromo dengan lautan pasirnya, Semeru yang merupakan titik tertinggi di Pulau Jawa, juga pantai-pantai yang indah di Kabupaten Malang. Sementara, Kota Batu yang sejuk dilengkapi dengan segala atraksi yang dimiliki. Sedangkan Kota Malang menyimpan ragam budaya serta kuliner yang lezat, seperti nasi rawon. 

Menurutnya, berbagai program pariwisata kiranya dapat dikemas secara integral yang tidak hanya mengandalkan obyek wisata. "Jangan hanya mengandalkan obyek wisata, tetapi juga ditambah pertunjukan yang menarik. Serta, didukung ketersediaan oleh-oleh yang khas," paparnya. 

Hal tersebut, lanjutnya, akan membuat dampak berkelanjutan dalam mata rantai ekonomi. "Kalau sudah integral, pariwisata akan menggerakkan banyak sektor pendukung, melibatkan peran masyarakat dan menciptakan kemakmuran," sebutnya. 

"Selain pariwisata, Saya juga memahami bahwa wilayah kerja OJK Malang kaya akan potensi lain yang dapat terus dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Seperti pertanian, perikanan, perdagangan maupun manufaktur, termasuk ekonomi kreatif," paparnya. 

Dia pun mengimbau agar potensi tinggi yang dimiliki wilayah Malang Raya juga ditangkap oleh industri jasa keuangan yang banyak membuka jaringan kantornya di wilayah kerja OJK Malang.