MALANGTIMES - Merancang aksesoris bisa menjadi profesi yang menghasilkan pundi-pundi rupiah. Asalkan kreatif menciptakan atau memodifikasi motif hingga padu padan bahan baku. Seperti yang dilakukan Ratna Kiener, perajin aksesori bercorak etnik asal Malang yang produknya telah dipasarkan di sejumlah negara. 

Menjadi perancang sekaligus perajin aksesori etnik berawal dari kegemaran Ratna pada seni wayang. Sejak dulu, Ratna mengaku memang sudah suka sekali dengan wayang dan sering membeli wayang. Dia mengoleksi berbagai barang atau produk-produk kerajinan bercorak wayang. "Hanya saja produk wayang yang dijual pada umumnya, terkadang tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. Dari situ kemudian saya coba untuk membuat wayang sendiri," ujarnya.

Karena sulit mendapatkan aksesori bercorak wayang, Ratna pun mempelajari sendiri. Awalnya, dia memakai aksesori buatannya sendiri di berbagai kesempatan. Karena banyak yang tertarik, perempuan yang tinggal di Jalan Kemayoran, Villa Gunung Buring, Malang itu pun mulai membuatkan pesanan dari rekan-rekannya. 

Rupanya, permintaan aksesori etnik buatannya semakin banyak. Bermodalkan keyakinan, dia pun memasarkan produknya dengan brand Tuladha. "Pemasarannya awal lebih banyak dari pesanan teman, lalu juga saya tawarkan lewat media sosial. Karena ini handmade yaa, jadi tidak bisa produksi skala besar begitu dan setiap produk pasti punya sentuhan tersendiri," urainya.

Pada awalnya, Ratna berfokus membuat aksesori menggunakan bahan dasar kulit kambing. Karena selain membuat aksesori, dia juga menerima pesanan pembuatan wayang kulit untuk dekorasi. "Saya bikin wayang ukuran kecil biasa digunakan untuk gantungan kunci maupun aksesoris seperti anting dan kalung, tetapi juga wayang dengan ukuran besar digunakan untuk dekorasi rumah," paparnya. 

Pasarnya semakin meluas, karena peminat aksesori wayang saat ini sudah cukup banyak. Pasalnya, masyarakat khususnya anak-anak muda sudah mulai suka dengan aksesori bercorak etnik. "Saya juga akhirnya pede untuk ikut pameran-pameran. Dari situ juga dapat pelanggan. Bahkan untuk produk wayang sudah diekspor sampai ke Jepang, Cina, Belanda dan lnggris," urainya.

Selama lima tahun terakhir, lanjutnya, produk aksesori buatan Ratna pun berkembang. Baik dari corak dan desain, hingga bahan bakunya. Dia kini juga membuat aksesori dengan sentuhan rajut dan wire (kawat). Untuk kerajinan wire, dia menggunakan kawat tembaga. Kawat-kawat itu dijalin dan dikombinasi dengan batu drusi, mutiara air tawar, dan batu-batu alam.

Produknya sendiri, saat ini dibanderol mulai harga Rp 75 ribu hingga ratusan ribu. "Semakin banyak pilihan untuk konsumen, tetapi ciri khas etniknya tidak hilang," pungkasnya.