MALANGTIMES - Masyarakat di beberapa wilayah di Kota Malang mengeluh karena beberapa hari terakhir kesulitan mencari gas elpiji 3 kilogram. 

Kemasan gas bersubsidi atau yang kerap disebut elpiji melon tersebut tidak hanya langka, tetapi juga mengalami peningkatan harga menjadi Rp 20 ribu per tabung. 

Salah satu warga, Fajar Agastya mengaku bahwa dirinya mesti mencari hingga berkeliling di beberapa toko untuk mendapatkan gas melon di sekitar kawasan Jalan Teluk Pelabuhan Ratu, Balearjosari, Kota Malang. 

"Biasanya datang ke satu toko di dekat rumah langsung dapat. Ini tadi katanya habis, terus keliling baru di toko ketiga ada," ujar pria ini sambil menggendong anaknya mencari tabung gas subsidi pemerintah tersebut. 

Warga lain, Prasetyo mengaku mengalami kesulitan serupa. 

"Tadi cari-cari di sekitar Betek (Jalan Mayjend Panjaitan) nggak ada. Dapat kabar kalau di tempat saudara di Jalan Semeru ada, langsung ke sana buat beli," ujar warga Kelurahan Penanggungan itu. 

Dia mendapati harga gas tersebut naik Rp 1.000 dibanding biasanya. 

"Naik Rp 1.000 biasanya kan Rp 19 ribu, ini tadi dapat Rp 20 ribu," tuturnya, hari ini (3/9/2019).

Sementara itu, pemilik toko kelontong, Sutiyem mengatakan permintaan gas dari masyarakat cukup banyak. Sehingga setiap mendapat kiriman, langsung ludes terjual. 

"Dari yang kirim itu agak telat-telat, kalau jumlahnya sih sama tiap kirim 50 tabung dua hari sekali kadang tiga hari sekali. Langsung habis karena banyak yang cari," terang warga Kelurahan Bunulrejo itu. 

Meski demikian, dia mengaku harga yang dipatok masih sama. 

"Sama saja harganya, tetap Rp 19 ribu per tabung," pungkasnya.