MALANGTIMES - Puluhan peserta nampak begitu antusias saat berada di depan peralatan dapur, yang berjajar rapi di halaman Plataran Bromo resort and venue, Sabtu (31/8/2019) sore.

Di salah satu destinasi wisata yang ada di kaki gunung Bromo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan ini. Puluhan peserta mulai dari remaja hingga dewasa, terlihat begitu serius menyelesaikan tantangan Bromo Cooking Challenge. 

”Bromo Cooking Challenge ini merupakan salah satu serangkaian agenda yang diadakan dalam ajang Plataran Bromo Marathon Xtravaganza 2019,” kata Aditya Nugroho selaku koordinator lomba Bromo Cooking Challenge. 

Pada kesempatan kali ini, lanjut Aditya, sedikitnya ada 12 grub yang turut berpartisipasi. Dimana disetiap grub terdiri dari dua peserta. Sedangkan kategori perlombaan diadakan secara umum, selain diikuti oleh chef profesional. Agenda tersebut juga melibatkan pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), ibu rumah tangga, hingga kalangan pelajar. 

”Agenda Bromo Cooking Challenge ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Jawa, di antaranya Probolinggo, Malang Raya, Prigen hingga Tegal Jawa Tengah,” sambung Aditya.

Aditya menambahkan, meski lomba tersebut diikuti dari kalangan umum. Namun para peserta tidak serta merta langsung diadu kemahirannya soal mengolah rasa. Sebab dari pihak penyelenggara mengusung tema yang terbilang unik dan berbeda. Yakni dengan menghadirkan tema semi black box. 

”Didalam kotak tersebut (black box), tedapat empat jenis bahan olahan masakan. Selain mengusung tema kentang, didalam box-nya juga berisi ayam, ikan, dan aneka sayuran,” terang pria yang juga menjabat sebagai Excekutif Chef di Hotel Plataran Bromo tersebut. 

Dipilihnya kentang sebagi menu olahan utama, dikarenakan potensi sayuran yang paling diunggulkan di daerah Kecamatan Tosari memang kentang. Selain itu produk kentang yang ada di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan juga terbilang berbeda jika dibandingkan dengan daerah lainnya, sebab tekstur kentangnya lebih padat dan berserat.

”Nantinya hasil masakan dari semua peserta bakal dinilai dari berbagai kategori, di antaranya segi kebersihan, penataan hidangan, dan cita rasa masakan,” ungkap Aditya saat ditemui MalangTIMES.com di sela-sela agend lomba.

Dari pengamatan wartawan, selain lomba Bromo Cooking Challenge. Dalam agenda Plataran Bromo Marathon Xtravaganza 2019 yang juga belerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan ini, juga menyajikan seabrek acara yang juga tidak kalah seru. Bagi para pecinta otomotif, pihak penyelenggara juga mengadakan Xtravaganza Modification Contest.

Dimana pada agenda tersebut dibagi ke dalam dua kategori, yakni full modif dan kategori orisinil. Selain itu juga ada lomba mewarnai bagi anak-anak.

Sebagai tambahan, Plataran Bromo Marathon Xtravaganza 2019 ini, dibuka dengan penampilan seni khas penduduk lokal yang tinggal di kawasan gunung bromo. Diantaranya Baleganjur Ngadirejo, Gamelan Etnik Ngadiwono dan Keroncong Grati Pasuruan.

Selain mengangkat potensi lokal, pihak penyelenggara juga menghadirkan Bintang tamu dalam acara opening ceremony. Yaitu menghadirkan band Gigi yang bakal mengisi selama satu jam yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB.

Keesokan harinya, Minggu (1/9/2019) pagi, para peserta Plataran Bromo Marathon Xtravaganza 2019, bakal diberangkatkan dari garis start pada pukul 07.00 WIB. Dengan iringan pentas seni Reog dari Pasuruan. Ribuan peserta akan mulai berlari dengan rute yang berada di kawasan sekitar kaki gunung Bromo.

Trek yang bakal disajikan di jalur yang terbilang unik ini, bakal dibagi dalam beberapa kategori perlombaan. Kategori tersebut meliputi perlombaan full marathon 42K, half marathon 21K, serta fun marathon kategori 10K dan 5K.