MALANGTIMES - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mengungkapkan adanya pergeseran struktur ekonomi di wilayah tersebut. Pemerintah setempat pun diminta melakukan evaluasi program agar belanja anggaran daerah bisa efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

BPS mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Malang pada 2018 mencapai Rp 67,93 triliun atas dasar harga berlaku (ADHb). PDRB tersebut tumbuh 5,72 persen dibandingkan 2017 lalu yang tercatat di angka Rp 62,38 triliun ADHb. "Dibandingkan periode sebelumnya dari 2016 ke 2017, pertumbuhan ekonomi Kota Malang tahun 2018 ini lebih tinggi 0,03 poin," sebut Kepala BPS Kota Malang Sunaryo. 

Dia merinci, hampir 30 persen perekonomian Kota Malang ditopang oleh sektor perdagangan. Sedangkan industri pengolahan sedikit mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Distribusi PDRB dibandingkan antara 2014 dan 2018, kue ekonomi di kelompok perdagangan eceran menunjukkan porsi semakin besar. Sementara, industri semakin mengecil," urai Sunaryo. "Kelompok akomodasi dan konstruksi juga naik sedikit. Artinya ada pergeseran struktur ekonomi," tambahnya.

Secara rinci, sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor mengalami pertumbuhan dari 28,47 persen pada 2014 menjadi 29,91 persen pada 2018. Nilainya yakni mencapai Rp 20,31 triliun atau nyaris sepertiga dari PDRB Kota Malang. Sementara untuk industri pengolahan justru menunjukkan penurunan dari 27,14 persen pada 2014 menjadi 25,38 persen pada 2018 dengan nilai Rp 17,24 triliun. 
 

Sementara itu, lanjut Sunaryo, pertumbuhan tertinggi tampak pada sektor jasa perusahaan yang naik 7,84 persen. Disusul jasa kesehatan 7,32 persen dan real estate 7,01 persen. "Itu pasti berpengaruh ke depan, sekaligus memberi sumbangan menentukan arah kebijakan Pemerintah Kota Malang. Ini datanya, kebijakannya mendukung atau tidak, politik anggarannya seperti apa, itu yang harus dipertimbangkan saat menyusun program," ucapnya.

Meski demikian, Sunaryo menyebut bahwa jika dibandingkan Jawa Timur dan nasional, angka pertumbuhan ekonomi Kota Malang lebih tinggi. "Itu merupakan suatu keberhasilan Kota Malang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Harapannya, di tengah kondisi perekonomian global yang sulit, kebijakan yang tepat justru memacu pertumbuhan yang ideal," pungkas nya.