MALANGTIMES - Walau terlihat adem ayem, mesin partai politik di Kabupaten Malang terus bergerak di internal. 

Sedangkan, di hadapan publik, para petinggi partai acap masih harus berusaha "ngerem" pernyataan terkait pilihan Bupati (pilbup) 2020 datang.

Tak terkecuali dengan dua parpol peraih kursi terbanyak di Kabupaten Malang yaitu PKB dan PDI-Perjuangan (sama-sama mengoleksi 12 kursi) yang beberapa waktu lalu telah menyelesaikan kongresnya di Bali.

Para petinggi kedua parpol di tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) ini masih tetap berusaha menyimpan strategi maupun nama yang akan diusungnya dalam Pilbup 2020. 

Walau begitu, dari beberapa pernyataan yang dilontarkan kepada media, arah kedua parpol tersebut untuk bergandeng tangan atau berkoalisi dimungkinkan terjadi.

Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, sempat menyampaikan, menyatakan tonggak perjuangan partainya adalah kemaslahatan umat.

Untuk mempersingkat terwujudnya masyarakat yang sejahtera, koalisi menjadi salah satu jalan yang bisa diambilnya.

"Cara pandang PKB seperti itu, maka tentunya harus berkoalisi dengan melibatkan seluruh komponen di tingkatan masyarakat," ucap Halim, beberapa hari lalu.

Melalui koalisi dalam pilkada, maka tonggak perjuangan PKB akan semakin kuat dan secara langsung telah menyatukan dan membangun kekompakan dalam mewujudkan kesejahteraan di masyarakat.

Disinggung, parpol manakah yang akan diajak berkoalisi dalam pilbup Malang 2020 datang, Halim menjawabnya secara normatif. 

Dirinya menyebutkan, koalisi terjalin dengan melihat dinamika di daerah masing-masing. 

Jika bicara pilkada serentak di Jatim  2020, koalisi yang terbentuk akan berbeda-beda.

"Tapi target PKB jelas yaitu bisa merebut kemenangan di seluruh daerah yang menggelar pilkada serentak di Jatim. Meskipun harus berkoalisi dengan PDI Perjuangan seperti pada pilpres 2019 kemarin," tegasnya.

PDI Perjuangan pun menyampaikan hal senada. Melalui Sekretaris DPD PDI-Perjuangan Jatim, Sri Untari yang namanya juga santer dibicarakan sebagai kandidat kuat bakal calon Bupati Malang 2020, menyampaikan terbuka dalam membangun komunikasi politik dalam pilkada serentak.

"Syarat koalisi kita jelas adalah kesamaan ideologi. Garis ideologi menjadi penting agar bisa berjalan bersama," ujar Sri Untari.

Selain kesamaan ideologi, PDI Perjuangan baru memikirkan terkait kepentingan ke depannya.

"Siapa saja yang mau bersama-sama membangun Kabupaten Malang ke depan lebih baik lagi. Jadi kita masih terbuka peluang komunikasi dengan siapa pun," ucap Sri Untari.

Dua pernyataan para petinggi kedua parpol di Jatim ini, tentunya cukup menarik untuk ditunggu. 

Khususnya terkait apakah di 2020, akan menjadi langkah  baru bagi PDI-Perjuangan dan PKB yang di pilbup lalu saling berhadapan. Nantinya akan saling bergandeng tangan.

Pengamat politik Universitas Brawijaya Wawan Sobari menyampaikan kemungkinan kedua parpol berkoalisi bisa saja terjadi. 

Tapi, persoalan yang mendasar jika PDI Perjuangan-PKB berkoalisi adalah, apakah salah satu parpol bersedia legawa memberikan posisi calon wakil bupati. Di sisi lain mendapatkan posisi calon bupati.

"Posisi itu yang sulit. Sehingga potensi koalisi di Pilbup sebelumnya bisa jadi terulang.  PDIP mengusung calonnya sendiri. Sementara PKB membangun koalisi nasionalis religius dengan NasDem, Golkar dan parpol lain," ucap Wawan.