Tiga Mahasiswa Australia Penelitian di Jawa Timur

Janella(kiri), Cameron (tengah) dan Sally (kanan), beerfotodi dalam kantor ACICIS UMM pada Kamis (10/9/2015). (Foto: Tjipto Aldike/Malangtimes)
Janella(kiri), Cameron (tengah) dan Sally (kanan), beerfotodi dalam kantor ACICIS UMM pada Kamis (10/9/2015). (Foto: Tjipto Aldike/Malangtimes)

MALANGTIMES – Mahasiswa Australia yang tergabung dalam Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesia Studies (ACICIS) melakukan penelitian untuk area Jawa Timur. Mereka adalah Cameron, Sally dan Janelle. Saat ini mereka tergabung dalam ACICIS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Sebelumnya, mereka telah melaksanakan kuliah selama satu semester di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. “Sebelumnya, kami di Yogya untuk studi mengenai penelitian. Lalu diminta memilih, apakah mau tinggal di Yogya, Bandung, Malang atau Jakarta. So, kami memilih Malang untuk regional Jawa Timur,” ucap Sally.

Menurut gadis asal Sydney tersebut, dirinya bersama kedua temannya akan meneliti mengenai masalah lingkungan, sosial dan budaya. Selama di Yogya, mereka belajar tentang banyak hal. Seperti tata bahasa Indonesia, masalah lingkungan, sosial, pariwisata dan berbagai hal yang terkait dengan penelitian.

Selanjutnya, mereka akan melakukan penelitian selama satu semester ke depan. “Kami akan meneliti secara individu sampai Desember, dan tentunya (laporan akhir kami) memakai bahasa Indoneisa,” tukas Janelle.

Ketika ditanya mengapa memilih regional Jawa Timur untuk subyek penelitian, mereka menjawab dengan alasan yang hampir sama. “Saya memilih Jawa Timur karena disini banyak perkampungan di pesisir. Penelitian saya juga tentang masyarakat pesisir,” ujar wanita asal Queensland tersebut.

Sedikit berbeda dengan Cameron, pria asal Perth ini mengaku senang dengan Jawa Timur karena beragam budayanya. “Jawa Timur termasuk banyak budayanya. Tidak hanya budaya Jawa saja, tetapi ada Madura,” imbuhnya.

Terakhir, Sally beralasan memilih Jawa Timur karena ingin mengeksplor lebih jauh tentang daerah ini. “Malang khususnya, banyak yang tidak aku ketahui, jadi aku memilih melanjutkan ke sini,” ujarnya pada tim MALANGTIMES, Kamis (10/9/2015).

Biaya penelitian dan perkuliahan dari 1 tahun mereka menimba ilmu di Yogya dan Malang merupakan beasiswa dari pemerintah Australia. (*)

Editor :
Publisher : Rochmat Shobirin
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top