Mendikbud Larang Keras Perpeloncoan Siswa Baru

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendi (Pipit Anggraeni)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendi (Pipit Anggraeni)

MALANGTIMES - Menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi menegaskan agar proses penerimaan siswa baru yang dibalut dalam kegiatan masa orientasi siswa (MOS) tak dilengkapi dengan perpeloncoan. 

"Saya melarang keras, kalau masih ada perpeloncoan akan diberi sanksi berat," katanya pada wartawan usai meresmikan Gedung Museum Mpu Purwa di Kota Malang, Sabtu (14/7/2018).

Larangan perpeloncoan itu menurutnya sudah dijelaskan sejak lama. Karena proses orientasi pada dasarnya merupakan masa perkenalan antara siswa dan tempat mereka untuk belajar. 

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini juga meminta agar para orangtua memberi arahan kepada anaknya yang memasuki masa ajaran baru. Baik untuk yang baru mulai masuk di tahun pertama maupun yang beralih jenjang. "Kalau bisa antarakan anak masuk di hari pertama mereka," imbuhnya.

Dia juga meminta agar orangtua lebih aktif melakukan pendekatan dengan para guru. Terutama memberi penjelasan terkait sifat dan kebiasaan anak, salah satunya yang memang membutuhkan perlakuan khusus.

"Kan ada anak yang memang butuh perlakuan khusus. Sampaikan pada guru agar guru bisa memberi pengawasan," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, bapak dua anak tersebut juga menyampaikan jika museum menjadi salah satu objek belajar bagi siswa. Sehingga, proses belajar dapat dilaksanakan di setiap museum yang dimiliki daerah. "Seperti Museum Mpu Purwa ini yang tentunya bisa dijadikan tempat belajar," pungkasnya.

Editor : A Yahya
Publisher : sandi permana soebagio

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top