Fakta Baru Tentang Kehadiran Fenomena Gerhana Bulan Akhir Juli

foto ilustrasi sain kompas.com
foto ilustrasi sain kompas.com

MALANGTIMES - Fenomena gerhana bulan total akan kembali menyelimuti bumi pada akhir bulan ini, tepatnya 27 Juli 2018. 

Dikatakan, blood moon akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama, sekitar empat jam dan dapat diamati oleh seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

Tak hanya itu, fenomena blood moon ini juga sempat diramalkan akan kembali terjadi 18 tahun lagi. Artinya, gerhana bulan total hanya akan kembali menyelimuti bumi pada 2036 mendatang.

Namun pendapat itu disanggah oleh Ahli Astronomi Universitas Ma Chung Malang, Dr. Chatief Kunjaya yang menyebut jika gerhana bulan total akan terjadi setiap tahunnya. Karena fenomena alam itu akan kembali terjadi pada 20 Januari 2019 dan dapat dilihat di Benua Amerika.

"Jika dikatakan fenomena gerhana bulan total tak akan lagi terjadi setelah 27 Juli 2018 itu tidak benar. Karena setiap tahunnya terjadi gerhana bulan total. Kecuali Super Blue Blood Moon seperti yang terjadi 31 Januari 2018 kemarin, itu memang akan lama terjadi lagi," katanya pada MalangTIMES, Sabtu (14/7/2018).

Lebih jauh Chatief menjelaskan jika fenomena gerhana bulan total yang akan terjadi pada 27 Juli 2018 atau sesuai waktu Indonesia adalah 28 Juli 2018, tidak dapat diamati di seluruh dunia. Karena Amerika Serikat dan Kanada dipastikan tak dapat menikmati fenomena tersebut.

"Bisa diamati di seluruh dunia kecuali daratan benua Amerika Utara," urai pria ramah itu.

Fenomena luar biasa itu menurutnya dapat diamati masyarakat di Indonesia saat tengah malam, atau pergeseran waktu menjadi 28 Juli 2018. Sehingga ia menyebut jika fenomena ini lebih nyaman diamati di daerah Benua Eropa.

Menurutnya, Super Blue Blood Moon akan kembali terjadi pada 18 tahun mendatang, tepatnya pada 2037. Fenomena ini termasuk langka karena sebemumnya telah terjadi pada tahun 1866 dan terakhir pada awal tahun ini.

Peristiwa Super Blue Blood Moon itu sendiri menurutnya terjadinya tiga fenomena bulan bersamaan, yaitu Gerhana Bulan Total, Bulan dalam posisi paling dekat dengan Bumi sehingga nampak besar, dan Purnama kedua dalam satu bulan.

Editor : A Yahya
Publisher : sandi permana soebagio

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top