Atlet 15 Negara Uji Skill Paragliding di Kota Batu

Rika Wijayanti saat landing di lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat (13/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Rika Wijayanti saat landing di lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Jumat (13/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Sejumlah 132 atlet dari 15 negara berlaga dalam Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2018 seri ke tiga di Kota Batu, pada 13-25 Juli 2018. Perlombaan ini juga sebagai ajang uji coba para atlet khususnya bagi mereka yang bakal mewakili negara masing-masing dalam Asian Games mendatang di Indonesia. 

Dalam perlombaan ini ada 60 atlet dari Indesia. Sisanya ada 72 atlet dari 14 negara lainnya. Sebagai tuan rumah, Kota Batu menerjunkan 6 atlet andalan yang saat ini juga mengikuti pelatihan nasional Asian Games 2018.

ke enam atlet itu yakni Ike Ayu Wulandari, Rika Wijayanti, Ardi Kurniawan, Roni Pratama, Jafro Megawanto dan Jonny Effendi. Semuanya memberikan yang terbaik sebab perlombaan ini menjadi ajang training center mengetahui kemampuan lawan dalam Asian Games mendatang.

Sebab medan Bukit Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu dengan medan Asian Games di Puncak Jawa Barat nantinya sangat berbeda. Ya saat perlombaan di Gunung Banyak medan lebih sulit dibandingkan di puncak. “Ini sebagai TC ngukur kemampuan lawan nanti di Asian Games. Karena kalau di sini beda dengan di puncak di sini lebih susah,” Rika Wijayanti, atlet Paralayang Kota Batu, Jumat (13/7/2018).

Namun saat take off di Bukit Banyak dan landing di lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto tidak ada kesulitan. Bahkan Rika mampu landing pada titik yang ditentukan. Tentunya hal ini membuat penonton khususnya pendukung Rika memberikan tepuk tangannya. 

Sementara itu Chairil Fajar Rofi, kepala bidang promosi dan pemasaran Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menambahkan sebagai tuan rumah ajang PGAWC merupakan kesempatan untuk mempromosikan Wisata Kota Batu di kancah international. Dengan demikian itu untuk menambah jumlah wisatawan, sebab target kunjungan di tahun 2018 yakni 5,4 juta wisatawan.

Menurutnya jumlah peserta pada seri ke tiga ini cukup banyak dibandingkan pada seri ke dua. “Kesempatan yang besar dan bagus bagi Kota Batu, sebab Kota Batu mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi ini. Tentunya target kita untuk mendatangkan wisatawan,” ujar Chairil saat berada di landing Songgomaruto.

Ia pun berharap, wisatawan mancanegara bisa mengeksplore di setiap sudut Kota Batu. Terlebih jika ingin olahraga Paralayang, brand Jatim ada di Kota Batu. “Nantinya kalau orang mau olahraga Paralayang di Jatim, brandnya sudah Kota Batu ya berharapnya kami paralayang di Kota Batu terus jadi jujukan,” tutupnya.

Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top