Usai Insiden Supit Urang, Pemerintah Kota Malang Batasi Jumlah Pemulung

Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto (Pipit Anggraeni)
Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto (Pipit Anggraeni)

MALANGTIMES - Usai insiden gunung sampah longsor di Supit Urang, Pemerintah Kota Malang bakal membatasi jumlah pemulung. Itu karena sepanjang sejarah, terjadinya longsor yang menimbulkan satu korban meninggal dunia baru terjadi saat ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto menyampaikan agar petugas segera mengidentifikasi asal usul kejadian longsor tersebut. Dari situ, kemudian ada evaluasi dan dijadikan pembelajaran agar tak lagi terulang peristiwa yang sama.

"Salah satunya adalah memasang tanda bahaya agar ada titik yang tak dilewati oleh pemulung," katanya kepada wartawan di sela-sela lawatannya kepada keluarga korban di kamar mayat RSSA Malang, Jumat (13/7/208) sore.

Dia pun meminta agar para pemulung segera membentuk paguyuban khusus untuk mengidentifikasi pemulung yang biasanya mengais rezeki di TPA Supit Urang. Salah satu tujuannya adalah untuk membatasi jumlah pemulung agar tak terus bertambah.

"Kami akan batasi jumlah pemulung yang akan masuk ke TPA sama seperti jumlah terakhir sekarang. Dan mereka tetap diperbolehkan beraktivitas karena di sana mereka mencari rezeki," tambah Wasto.

Sementara untuk mengantisipasi gundukan sampah, Wasto menyampaikan jika hal tersebut masih dicoba dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR. Terutama juga untuk mengantisipasi pengolahan sampah agar tak berdampak pada lingkungan.

Lebih jauh, mantan kepala Dinas Barenlitbang ini menjelaskan bahwa pencarian sudah dihentikan setelah ditemukannya korban. Wasto pun menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang turut serta membantu proses pencarian.

"Sudah diketemukan dan terima kasih untuk semua pihak yang membantu," kata Wasto yang juga turut serta dalam pencarian korban sejak Kamis (12/7/2018) malam. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top