DPRD Kota Malang Dukung Rencana Pemutihan Piutang Pajak dengan Syarat

Ilustrasi (tribunnews.com)
Ilustrasi (tribunnews.com)

MALANGTIMES - DPRD Kota Malang mendukung rencana Badan Pengelola Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang untuk memutihkan piutang pajak. Namun, DPRD memberikan syarat. Yakni pemutihan dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dewan beralasan, piutang pajak yang masih menjadi catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama ini dinilai telah memberikan kendala pada pencapaian BP2D. Terlebih, identifikasi dari objek wajib pajak masih sulit diperoleh hingga sekarang.

"Kalau ada verifikasi dari pihak KPP Pratama Malang, maka proses penagihan pajak akan mudah dilakukan," kata anggota Komisi B DPRD Kota Malang Bambang Triyoso kepada wartawan, Jumat (13/7/2018).

Piutang yang mencapai lebih dari Rp 100 miliar itu didominasi oleh pajak bumi dan bangunan (PBB). Tak sedikit pula bangunan yang memiliki tanggungan pajak itu telah disewakan. Dan rata-rata masyarakat enggan membayar pajak dengan alasan telah membayar retribusi. "Padahal sebelumnya sudah disampaikan jika penyewa bangunan diwajibkan untuk membayar kewajiban pajak bangunan yang mereka gunakan," tambahnya.

Dia pun meminta agar secepatnya Pemerintah Kota Malang menegaskan persyaratan membayar pajak PBB tersebut dalam klausul perjanjian sewa. Sehingga, para penyewa tak lagi beralasan untuk tidak membayar pajak atas bangunan yang mereka tempati. "BP2D dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebagai pengelola aset daerah harus bekerja sama," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Malang tengah menggodok rencana untuk menghapuskan piutang pajak yang didominasi oleh pajak sejak tahun 1980-an itu. Namun sampai sekarang, upaya menghapus atau pemutihan piutang pajak itu masih belum menemui titik terang lantaran berpengaruh pada neraca daerah. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top