Kesulitan Berkas hingga Tak Penuhi Kuota Caleg Wanita, Parpol di Kota Malang Belum Daftar Pileg

foto istimewa (politiktoday)
foto istimewa (politiktoday)

MALANGTIMES - Partai-partai politik (parpol) di Kota Malang belum juga mendaftarkan diri dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Padahal sesuai jadwal, pendaftaran terakhir adalah 17 Juli mendatang.

Ternyata ada pemicu yang membuat parpol belum menyerahkan daftar calegnya secara resmi. Tak lain karena parpol kesulitan berkas hingga caleg wanita yang kuotanya belum mencukupi. Sesuai aturan KPU (Komisi Pemilihan Umum), tiap parpol harus menyertakan caleg wanita dengan kuota 30 persen.

Ketua DPD Perindo Kota Malang Laily Fitria Liza Min Nelly menyampaikan, pemberkasan merupakan salah satu proses pendaftaran yang membutuhkan ketelitian. Sederet berkas seperti KTP beserta foto dan jumlahnya tak bisa asal disetorkan begitu saja kepada KPU Kota Malang.

"Input data ke sistem informasi calon (silon) sebenarnya tidak begitu sulit. Tapi pemberkasan memang butuh ketelitian," terang Nelly.

 

Saat ini, persiapan pemberkasan Perindo sudah rampung 75 persen. Setelah selesai, maka pemberkasan akan dilanjutkan dengan pendaftaran secara resmi. "Memang ada waktu tambahan, tapi kami target sudah selesai di masa pendaftaran," ujarnya.

Sementara itu, Ketua LPP PKB Kota Malang Arief Wahyudi menambahkan, PKB sampai detik ini belum mendaftar ke KPU lantaran masih memenuhi kuota caleg perempuan. Sampai sekarang, sebagian besar kader perempuan PKB di Kota Malang masih enggan untuk terjun langsung memperebutkan kursi DPRD Kota Malang. Salah satu pemicunya adalah tertangkapnya separo anggota dewan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini karena kasus dugaan suap.

"Banyak yang merasa trauma dengan anggota dewan yang ditangkap KPK. Jadi, mereka enggan mendaftar," papar Arief.

Selain itu, PKB saat ini juga masih dalam proses seleksi untuk kader yang akan dimasukkan sebagai calon legislator. Itu lantaran banyak kader yang mendaftarkan diri dan berkeinginan untuk mengisi kursi wakil rakyat tersebut.

Sebelumnya, Ketua KPU Kota Malang Zaenuddin sempat mrngingatkan agar parpol melengkapi setiap berkas yang menjadi persyaratan. Sehingga tak ada permasalahan saat proses pendaftaran dibuka. Sederet berkas seperti surat kesehatan hingga catatan kepolisian setidaknya rampung sebelum masa pendaftatan dibuka. "Terlebih saat ini kan ada proses baru, yaitu masukkan data pada silon," katanya belum lama ini.

Tahun ini, total ada 16 partai politik yang turut serta dalam pesta demokrasi tersebut. Berbeda dengan lima tahun lalu dengan jumlah peserta mencapai 12 partai politik. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, setiap parpol dapat mencalonkan maksimal 100 persen dari jumlah kursi dapil. "Jadi, diprediksi nanti jumlah peserta maksimal 45 kali 16," jelas Zaenuddin. Angka 45 mengacu pada jumlah kursi di DPRD Kota Malang. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top