Susun Rancangan Teknokratik RPJMD 2019-2023, Barenlitbang Kota Malang Pastikan Akurasi Data

Suasana fasilitasi penyusunan rancangan teknokratik RPJMD Kota Malang 2019-2023 di Governance Laboratory FIA UB oleh Barenlitbang Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suasana fasilitasi penyusunan rancangan teknokratik RPJMD Kota Malang 2019-2023 di Governance Laboratory FIA UB oleh Barenlitbang Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang tengah mengebut pembuatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2023. Rancangan tersebut bakal mencerminkan arah pembangunan Kota Malang selama lima tahun ke depan.

Hari ini (11/7/2018) bertempat di Governance Laboratory Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB), Barenlitbang menghadirkan seluruh perencana dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang. Dinas-dinas terkait dikumpulkan untuk memverifikasi data dasar yang akan digunakan dalam penyusunan program-program pemerintah. 

"Saat ini kami telah berproses mempersiapkan rancangan Teknokratik RPJMD tahun 2019-2023," urai Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso. Erik juga mengimbau seluruh OPD mulai mempersiapkan rancangan  Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah. Jika sejak jauh hari telah disusun, lanjutnya, kualitas dokumen-dokumen perencanaan tersebut diharapkan menjadi Iebih baik. 

Kasubid Perencanaan Barenlitbang Kota Malang Yogi Handoyo menambahkan, salah satu tahapan awal rangakain penyusunan RPJMD Kota Malang 2019-2023 adalah penyusunan rancangan teknokratik. "Untuk itu kami menggandeng pihak akademisi, kami bekerja sama dengan FIA UB. Yang hari ini dilakukan adalah desk verifikasi, klarifikasi dan pendalaman terhadap data-data yang digunakan untuk penyusunan RPJMD," urainya.

Penyusunan rancangan teknokratik pun tak bisa sembarangan. Ketua Governance Laboratory FIA UB Dr MR Khairul Muluk MSi menjelaskan bahwa ada beberapa poin yang perlu menjadi perhatian Pemkot Malang. "Ada banyak pendekatan dalam menyusun RPJMD, yang dilakukan saat ini adalah pendekatan teknokratiknya," tuturnya.

Sebenarnya, lanjut Khairul, masalah utama dalam penyusunan RPJMD adalah soal kualitas rencana. Pasalnya, perencanaan menjadi dasar yang nantinya berpengaruh hingga ke teknis pelaksanaan program yang telah disusun. "Rencana yang baik itu seperti apa. Kalau rencana baik, operasionalnya kan bisa baik," tegasnya. 

Menurutnya, kendala yang sering ditemui di lapangan adalah soal tersedianya data yang akurat. "Yang sering kali jadi masalah adalah untuk mendapatkan perencanaan yang baik seringkali tidak didukung oleh data yang baik. Kadang datanya tidak tersedia, atau ada tapi tidak akurat, juga kerap data tidak sinkron antara satu dengan yang lain," urainya. 

"Untuk mendapatkan perencanaan dengan kualitas yang baik, harus dipastikan bahwa data itu baik, sinkron, dan akurat. Itu yang dilakukan saat ini," tambahnya. Harapannya, tambah Khairul, OPD-OPD di lingkungan Pemkot Malang dikumpulkan untuk kemudian diverifikasi datanya dan dicocokkan satu sama lain. "Kalau itu dilakukan, Insya Allah rancangan teknokratik itu tidak setengah-setengah. Sehingga muncul perencanaan yang baik, itu kata kuncinya," sebutnya.

Salah satu anggota pendamping perencanaan RPJMD dari FIA UB, Damas Dwi Anggoro menyebutkan bahwa ada aturan baru yang mesti digunakan sebagai acuan. Yakni Permen Nomor 86 Tahun 2017 tentang Perencanaan dan Evaluasi Dokumen Jangka Menengah. "Aturan baru ini menuntut setiap komponen lebih detail dan lebih kompleks. Kelebihannya, kondisi riil Kota Malang lebih tergambar sehingga pemerintah bisa menyusun kebijakan yang tepat sasaran," urainya.

Dalam kegiatan tersebut, ada tiga bidang utama yang dibahas. Pertama bidang pembangunan manusia, masyarakat, sosial dan budaya. Kedua, bidang pembangunan ekonomi dan sumber daya alam. Serta ketiga, bidang pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah. Masing-masing bidang melibatkan lintas OPD dan bersama-sama mencermati data utama yang bakal menjadi acuan program Pemkot Malang ke depan. 

 

Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top