Pemilik 10 Rumah Tidak Layak Huni Akhirnya Bisa Tersenyum

Bupati Malang Rendra Kresna (kopiah hitam) bersama Wabup Malang HM Sanusi dan duta sanitasi DPKPCK Kabupaten Malang saat berdialog dengan salah satu warga penerima program bedah rumah di Desa Kucur, Dau, Rabu (11/7/2018) (DPKPCK for MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna (kopiah hitam) bersama Wabup Malang HM Sanusi dan duta sanitasi DPKPCK Kabupaten Malang saat berdialog dengan salah satu warga penerima program bedah rumah di Desa Kucur, Dau, Rabu (11/7/2018) (DPKPCK for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sepuluh pemilik rumah tidak layak huni (RTLH) asal Desa Kucur,  Kecamatan Dau,  akhirnya bisa tersenyum bahagia. Setelah lama dalam hidup mereka hanya menempati rumah yang secara kesehatan tidak memenuhi syarat. 

Kondisi rumah yang dimilikinya tersebut,  kini tidak jauh berbeda dengan rumah warga lainnya. Khususnya dalam prasyarat pemukiman yang layak dan tentunya sehat. 

Hal ini baru bisa mereka dapatkan setelah pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) secara langsung membedah 10 RTLH warga. 

Raut haru dan gembira begitu jelas tergambar dari wajah mereka. Apalagi secara langsung, Bupati Malang Dr H Rendra Kresna bersama Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Dr Wahyu Hidayat,  mendatangi dan berkomunikasi secara langsung ke rumah warga penerima manfaat tersebut. 

"Selain melihat secara langsung progres bedah rumah,  kami juga berdialog dengan para pemilik. Ini sekaligus sebagai edukasi hidup sehat bagi para warga nantinya. Jadi tidak hanya rumahnya yang dibedah,  tapi juga paradigma pikir yang menempati rumah tersebut nanti," kata Wahyu Hidayat kepada MalangTIMES, Rabu (11/7/2018). 

DPKPCK Kabupaten Malang dalam sosialisasi terhadap warga untuk hidup sehat setelah nanti memiliki rumah layak huni juga menerjunkan duta sanitasinya. 

Bayu dan Belinda, duta sanitasi DPKPCK Kabupaten Malang, sejak hari pertama Bina Desa langsung berkeliling dari rumah ke rumah  warga  Desa Kucur, Dau. Mereka selain menekankan pentingnya sanitasi dalam rumah juga menyampaikan berbagai kiat kepada warga dalam urusan tersebut. 

Wahyu Hidayat Kepala DPKPCK (empat dari kiri) di depan salah satu rumah warga yang sedang dibangun (for MalangTIMES)

Wahyu mengatakan,  pihaknya tidak hanya memberikan pemukiman layak huni saja dalam program bedah rumah. Tapi,  juga dengan mendorong terjadinya perubahan perilaku warga dalam persoalan terkait sanitasi. 

"Karenanya selain membedah rumah, kita juga membangun jamban keluarga sehat di setiap unit rumah warga tersebut. Keberadaan duta sanitasi yang akan menguatkan paradigma pentingnya hidup sehat,  khususnya dalam persoalan sanitasi," ujar peraih Doktor Ilmu Sosial dari Unmer Malang. 

Program bedah rumah plus jamban sehat telah berjalan beberapa tahun di berbagai wilayah Kabupaten Malang. DPKPCK Kabupaten Malang meyakini,  bahwa kalau hanya bantuan untuk membedah rumah saja tanpa adanya pembangunan jamban sehat sebagai pelengkapnya, maka perilaku sehat akan sulit terbentuk. 

Akhirnya,  walau warga telah memiliki rumah layak huni tapi tanpa memiliki jamban sendiri, perilaku buang air besar sembarangan (BABS) akan terus terjadi di wilayah Kabupaten Malang. 

Padahal, kata Wahyu, perilaku BABS ini pula yang sedang dinihilkan oleh pemerintah Kabupaten Malang selama ini. "Maka berangkat dari hal itu setiap bedah rumah dipastikan juga dibangun jamban sehat untuk warga tersebut," ujar Wahyu. 

Selain kegembiraan warga kurang mampu yang mendapat rumah layak huni, pemkab Malang juga punya harapan terhadap seluruh masyarakatnya. "Harapan kami angka kemiskinan yang salah satu indikatornya adalah RTLH bisa teratasi. Selain adanya perubahan perilaku masyarakat dalam pola hidup sehat. Ini sesuai dengan tiga program strategis Kabupaten Malang," pungkas dosen ITN Malang ini. 

Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top