Akhir Pekan, Coba Tantang Adrenalin di Puncak Gunung Katu

Pemandangan sunrise atau matahari terbit di puncak K2 Gunung Katu dan olahraga paralayang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Pemandangan sunrise atau matahari terbit di puncak K2 Gunung Katu dan olahraga paralayang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Liburan ke alam bisa menjadi pilihan melewatkan akhir pekan. Salah satu surga wisata di Jawa Timur tentu saja di Kabupaten Malang. Ada satu jujukan baru yang cukup menantang adrenalin, yakni wanawisata puncak Gunung Katu (K2). 

Terletak di Dusun Sumberpang Kidul, Desa Sumber Suko, Kecamatan Wagir, jalur akses menunju puncak bukit tersebut sudah layak. Bahkan dengan mudah bisa dilintasi kendaraan roda dua. Jaraknya dari pusat Kota Malang juga cukup dekat, membutuhkan waktu tempuh sekitar 40 menit dalam kondisi lalu lintas lancar. Sementara untuk mencapai puncak bukit, wisatawan cukup tracking atau berjalan kali santai sekitar 20 menit.

Wanawisata tersebut juga menyediakan camping ground atau lahan perkemahan bagi wisatawan yang ingin berburu sunset, sunrise, maupun keindahan milky way. Namun tidak hanya menyajikan pemandangan alam. Puncak K2 pengunjung juga bisa menguji adrenalin dengan mencoba wahana extreme swinger atau ayunan langit. 

Di wahana tersebut, pengunjung bisa merasakan sensasi bermain ayunan di ketinggian 705 mdpl (meter di atas permukaan laut). Pengunjung pun tidak perlu takut. Pasalnya, pasti ada instruktur yang mendampingi ketika mencoba wahana tersebut.

Selain wahana extreme swinger, di wisata Gunung K2 tersebut juga terdapat beberapa wahana wisata lain. Antara lain paralayang, paramotor, paratrike, camping ground, spot selfie, warung gunung, sunrise dan suset view, dan K2 bridge. 

Pengelola wisata Gunung K2 Bayu Krisna mengatakan, wisata ini memang mengedepankan konsep  wisata alam. "Tetap pada konsep alam karena alam prinsipnya tidak membosankan. Kalau buatan manusia, ada bosannya," ujarnya.

Dia mengungkapkan, dengan karakteristik Gunung Katu yang berada di ketinggian 705 mdpl itu, sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan. "Sayang kalau dicuekin. Kami coba untuk sulap dan menyempurnakan. Namun tetap pada konsep alamnya," terangnya.

Selain itu, yang membedakan wisata Gunung Katu dengan wisata alam lain yakni, para pengunjung juga diajak untuk ikut berkontribusi dalam konservasi alam. "Pengunjung nanti wajib tanam pohon. Kami sediakan bibit pohon," kata dia.

Tidak hanya itu, bagi pengunjung yang ingin bermalam dengan membangun tenda, pihaknya juga menyediakan tiga camping ground. "Ada tiga lokasi camping ground. Pengunjung bisa memilih pingin bangun tenda di lokasi yang menarik," jelasnya. Ke depan, lanjut Bayu, di area tersebut juga akan dilengkapi dengan ampitheater untuk mewadahi para seniman. 

Untuk saat ini, wisata Gunung K2 memang belum dibuka secara komersil. Namun, bagi wisatawan yang ingin berkunjung pada libur sekolah ini, pihaknya sudah membuka untuk masyarakat umum. Tiket masuknya pun cukup murah, yakni hanya sebesar Rp 5 ribu. (*)

 

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top