Sabet Medali Emas Olimpiade Sains Nasional, Siswa SMPN 1 Turen Harumkan Kabupaten Malang

Kadisdik Kabupaten Malang M. Hidayat (kiri) bersama Bupati Malang Rendra Kresna terus mendorong lahirnya berbagai prestasi pendidikan di wilayahnya. Tahun ini siswa SMPN 1 Turen berhasil menyabet medali emas OSN di Padang. (Nana)
Kadisdik Kabupaten Malang M. Hidayat (kiri) bersama Bupati Malang Rendra Kresna terus mendorong lahirnya berbagai prestasi pendidikan di wilayahnya. Tahun ini siswa SMPN 1 Turen berhasil menyabet medali emas OSN di Padang. (Nana)

MALANGTIMES - Nama harum Kabupaten Malang kembali menyeruak di tingkat nasional. Kini,  melalui kerja keras seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan,  satu siswa dari SMPN 1 Turen menggondol medali emas dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) tingkat nasional. 

Aditya Rio Wibowo, nama  siswa SMPN 1 Turen itu, yang mengangkat nama baik pendidikan Kabupaten Malang di ajang bergengsi tingkat nasional tersebut. 

Kemenangan itu, menurut M. Hidayat -kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang-, sebagai bagian dari kerja keras seluruh elemen yang tidak henti berlomba untuk berprestasi. "Tentunya kita bersyukur atas raihan prestasi tersebut. Kami dari Disdik Kabupaten Malang mengapresiasi dan berterimakasih kepada siswa,  orang tua,  guru dan kepala sekolah SMPN 1 Turen," kata Dayat, sapaan akrab kadisdik Kabupaten Malang,  Minggu (8/7/2018) melalui sambungan telepon kepada MalangTIMES. 

Disabetnya medali emas OSN bidang IPS tingkat SMP tersebut memperlihatkan bentuk perjuangan dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan di Kabupaten Malang.  Dayat menjelaskan, seluruh upaya atas berbagai prestasi akademik tersebut tidak lepas dari keyakinan atas sebuah proses panjang yang dilalui. Proses yang tidak akan mengkhianati hasil akhir. "Tidak ada prestasi yang lahir secara instan apalagi di dunia pendidikan. Medali emas yang diraih Aditya juga dari proses panjang yang bersama kita lalui," ujarnya. 

Proses panjang ini dimulai sejak Aditya menjuarai lomba sains tingkat kabupaten sampai provinsi. Dalam tahap itu pula Disdik melalui instruksi jadisdik kepada bidang SMP untuk terus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap siswa berprestasi tersebut. 

"Kita persiapkan dan datangkan para instruktur profesional di bidangnya untuk men-drilll Aditya. Baik dari unsur perguruan tinggi maupun dari internal sekolahan. Selain itu, kita back-up anggarannya, walaupun tidak terlalu besar. Dari anggaran pembinaan sampai pemberangkat ke Padang," ucap Dayat. 

Pria yang mantan wartawan ini juga berencana untuk memberikan beberapa kemudahan nantinya bagi Aditya. "Saya telah instruksikan kepada jajaran saya agar ada apresiasi bagi siswa berprestasi ini. Baik pembebasan kebutuhan sekolahnya sampai pada rekomendasi kami saat Aditya akan masuk SMA/SMK manapun di Kabupaten Malang. Kita rekom untuk sekolah gratis dan usulan pemberian beasiswa," ujar Dayat. 

Selain tingkat SMP, tahun ini pula tingkat SD di Kabupaten Malang menorehkan prestasi yang membanggakan. Walaupun belum menyabet medali emas, beberapa siswa SD juga berhasil menapakkan jejaknya di peringkat 15 tingkat nasional di ajang yang sama. 

"Peringkat 15 tingkat nasional di mata pelajaran IPA dan Matematika. Walau belum sampai mendapat emas,  kita apresiasi hal tersebut. Apalagi di tengah miringnya kabar kualitas pendidikan SD di Kabupaten Malang," ucap Dayat yang menjelaskan belum bisa menyebutkan nama dan asal sekolah dasar tersebut. "Secara teknis belum ada laporan resmi,  tapi dipastikan tingkat SD kita diperingkat tersebut," pungkasnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top