Bak Monalisa, Sosok Putri Konglomerat di Hotel Tugu Malang Menuai Kekaguman

Lukisan Oei Hui Lan, salah satu putri raja gula di Asia Tenggara pada abad ke-20 Masehi yang kini tersimpan rapi di Hotel Tugu Malang dan banyak dikagumi. (Pipit Anggraeni)
Lukisan Oei Hui Lan, salah satu putri raja gula di Asia Tenggara pada abad ke-20 Masehi yang kini tersimpan rapi di Hotel Tugu Malang dan banyak dikagumi. (Pipit Anggraeni)

MALANGTIMES - Sosok perempuan berambut panjang yang terpampang cantik dalam lukisan di salah satu ruangan Hotel Tugu, Kota Malang, banyak menjadi perhatian. Bak Monalisa, perempuan berparas ayu itu juga banyak mengundang kekaguman para tamu yang datang.

Nama perempuan dalam lukisan berukuran hampir setinggi manusia itu adalah Oei Hui Lan. Dia seorang keturunan pengusaha gula kaya-raya yang hidup mewah di Semarang pada sekitar abad ke-20 Masehi.

Oei Hui Lan dikenal sebagai putri konglomerat yang bergelimang harta. Ayahnya yang bernama Oei Tiong Ham dikenal oleh pengusaha lokal dan mancanegara sebagai raja gula. Salah satu pabrik gula yang dulu dimilikinya adalah Pabrik Gula Krebet yang berada di Kabupaten Malang. "Sebelum dinasionalisasikan, Pabrik Gula Krebet dulu awalnya milik Oei Tiong Ham," kata Executive Assistant Manager Hotel Tugu Malang Crescentia Harividyanti belum lama ini.

Perempuan yang terlukis anggun dengan rambut panjang yang terurai itu, menurut Crescentia, merupakan putri kesayangan Oei Tiong Ham. Hui Lan sendiri sosok yang cerdas dan sering membantu ayahnya berdagang dengan kalangan Barat. "Hui Han selalu mendampingi sang ayah dan menjadi translater juga saat terjadi perbincangan dengan pengusaha yang merupakan mitra Tiong Ham," ungkap perempuan ramah itu.

Sebagai putri konglomerat, Hui Lan tergolong sebagai perempuan yang berpengaruh dalam kancah internasional. Hui Lan muda sempat masuk sebagai fashion icon versi majalah Vogue tahun 1943. Dikenal sebagai perempuan yang charming dan cerdas, ia pun sangat dekat dan membuat keluarganya disejajarkan dengan keluarga kerajaan di Eropa.

Sebuah foto yang diambil tahun 1944 di London pun menunjukkan kedekatannya dengan Ratu Elizabeth dari Inggris. Foto tersebut juga dipajang dalam galeri perjalanan atau museum raja gula di Hotel Tugu.

Saat menginjak usia remaja, Hui Lan dan ibunya beserta kakaknya menetap di Inggris dan tinggal di kawasan elite. Dia sangat menikmati perannya sebagai anak dari raja gula Asia Tenggara dan banyak didekati kaum pria. 

Hingga akhirnya ia memilih menikah dengan seorang duta besar China bernama Wellington Koo. Suaminya merupakan orang berpengaruh kedua dalam urusan diplomatik China di Eropa saat itu. 

Saat masih kecil, Hui Lan tinggal di sebuah rumah dengan luas mencapai 9,2 hektare dengan gaya arsitektur Eropa dan China. Di rumah tersebut, terdapat sekitar 200 kamar, dapur, villa pribadi, dua paviliun besar, hingga kebun binatang.

"Oei Tiong Ham menikah dengan seorang perempuan bumiputera dan memiliki 18 gundik dan 42 anak. Hui Lan sendiri merupakan anak kedua dari gundik pertama Tiong Ham yang berkebangsaan China. Saat itu, gundik diakui dan anaknya menjadi anak sah," jelas Crescentia.

Selain lukisan dan foto perjalanan Hui Lan, foto Oei Tiong Ham juga banyak didapat di Raja Room Hotel Tugu. Beberapa koleksi milik Hui Lan juga terpampang dengan sangat rapi di sana untuk dinikmati para tamu. "Bapak dari Oei Hui Lan (Oei Tiong Ham) masih memiliki hubungan darah dengan pemilik Hotel Tugu," kata Crescentia lagi.

Beberapa koleksi dari abad ke-10 M hingga abad ke-20 M dapat ditemui di Hotel Tugu. Mulai dari buku silat, meja, porselen, piring, hingga kotak perhiasan milik Hui Lan juga sengaja ditempatkan untuk dapat dinikmati tamu.

"Dan satu set kursi dan meja makan ini usianya sudah 200 tahunan, yang dulunya memang milik keluarga Oei Tiong Ham. Bentuknya tidak ada yang berubah sampai sekarang," pungkasnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top