Tiap Bulan Ratusan Lembar Uang Palsu Beredar di Malang, Jangan Lupa Cek Angpau Lebaran

Petugas Bank Indonesia Malang mempersiapkan uang baru dalam pecahan kecil untuk ditukar oleh masyarakat. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Petugas Bank Indonesia Malang mempersiapkan uang baru dalam pecahan kecil untuk ditukar oleh masyarakat. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberadaan uang palsu (upal) masih saja ditemukan di wilayah Malang. Bahkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Malang, pada Mei 2018 ada 893 lembar temuan uang palsu. Jumlah tersebut meningkat dibanding bulan April lalu.

Ketua Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi Kantor Perwakilan BI (KPBI) Malang Rini Mustikaningsih mengatakan, temuan uang palsu yang dilaporkan perbankan periode Mei 2018 ada peningkatan dibandingkan April 2018. "Ada peningkatan dua kali lipat lebih ya dibandingkan April," ujarnya.

Rini merinci, pada April lalu jumlah temuan upal ada sebanyak 404 lembar. Sementara pada Mei, ada sekitar 893 lembar. Artinya ada kenaikan dua kali lipat. Dia menjelaskan, temuan upal tersebut terdiri dari berbagai pecahan. "Dari laporan perbankan, paling banyak pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu," jelasnya. Temuan upal itu pun didominasi dari laporan perbankan. 

Dia mengungkapkan, BI malang akan terus menggiatkan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarkat. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, banyak masyarakat yang membutuhkan uang pecahan baru. Dia pun menghimbau agar masyarakat mau melaporkan temuan uang palsu agar peredarannya dapat diredam.

Sementara itu, sepanjang tahun 2017 lalu, KPBI Malang setidaknya telah menemukan 5.385 lembar upal. Jumlah tersebut berasal dari laporan bank sebanyak 5.307 lembar dan laporan masyarakat 78 lembar. Hasil temuan upal tersebut didominasi dari pecahan besar Rp 100 ribu dan pecahan Rp 50 ribu.

Rinciannya, hasil temuan upal tersebut didominasi dari pecahan besar Rp 100 ribu sebesar 62 persen dari total temuan dan pecahan Rp 50 ribu sebesar 35 persen dari total temuan. "Lainnya diikuti pecahan kecil lainnya," lanjutnya.

Temuan upal pada tahun 2017 lalu memang lebih berkurang dibanding tahun 2016, yakni sebanyak 6.320 lembar temuan upal. Pihaknya pun terus berusaha untuk mengurangi temuan upal di masyarakat. "Masyarakat juga mesti ikut hati-hati, utamanya di momen lebaran. Biasanya ada angpau atau uang saku lebaran untuk anak-anak, harus dicek juga keasliannya," pungkasnya. 

Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top