Lampu PJU Kota Malang Tak Gunakan Solar Cell yang Irit, Ini Alasannya

Petugas PJU Disperkim Kota Malang saat melakukan pemasangan lampu di Jalan Surabaya. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Petugas PJU Disperkim Kota Malang saat melakukan pemasangan lampu di Jalan Surabaya. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penerangan jalan umum (PJU) di seluruh titik di Kota Malang saat ini memang tak ada yang menggunakan teknologi solar cell. Padahal, solar cell hemat dalam penggunaan energi listrik. Ternyata, meskipun dalam penggunaan energi bisa meminimalisasi biaya, dalam hal biaya perawatan solar cell beserta baterai penyimpan daya listriknya jauh lebih mahal.

Kabid PJU Disperkim Kota Malang Agus Sunarhadi melalui Kasi Pemeliharaan dan Pembangunan PJU Disperkim Kota Malang B. Setiono mengungkapkan, tidak digunakannya solar cell pada PJU Kota Malang karena memang faktor pertimbangan biaya. "Dulu pernah menggunakan (solar cell). Namun karena biaya perawatan mahal, itu jadi pertimbangan. Apalagi setiap dua tahun sekali baterainya harus diganti," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, setiap satu titik PJU bisa berisi satu sampai tiga baterai penyimpan daya listrik. Dan setiap satu baterai penyimpan daya, harganya berkisar Rp 2 juta lebih.

"Sehingga kalau satu titik ada tiga baterai penyimpan daya, tinggal mengalikan. Misalkan ada 10 ribu titik saja, sudah berapa nilai perawatannya. Sudah 20 miliar rupiah. Banyak sekali biaya perawatannya setiap dua tahun," ucap Setiono.

Maka dari itu, jika hal tersebut diterapkan, maka tentunya anggaran biaya perawatan membengkak luar biasa. Terlebih lagi seluruh titik PJU yang ada di Kota Malang mencapai 36 ribu PJU. Jadi, anggarannya tak akan cukup. "Dibandingkan saat ini, dengan penggunaan energi listrik PLN, biaya perawatan berkisar Rp 2,1 miliar.

Penerapan PJU dengan solar cell  juga mengalami beberapa kekurangan. Yakni terbatasnya daya yang tersimpan sehingga hanya bisa digunakan beberapa jam.

"Baterainya tidak bisa bertahan sepanjang malam. Kalau PJU dinyalakan pukul 18.00 WIB, pukul 23.00 ternyata sudah mati. Harusnya PJU kan menyala pukul 18.00 WIB dan padam pukul 06.00 WIB," pungkasnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top