Fashion Ramadan 1439 H

Ingin Buru Barang Branded? Model Asal Malang Tawarkan Cara Ini

Askia Sani, model asal Malang. (foto: istimewa)
Askia Sani, model asal Malang. (foto: istimewa)

MALANGTIMES - Tak bisa dipungkiri, barang bermerek memiliki nilai tersendiri. Menyandang nama label fashion tertentu, kualitas barang jadi jaminan.

Dan tentu saja semua paham: ada harga, ada kualitas. Barang-barang fashion pun demikian. Dengan label brand tertentu, ada harga yang harus dibayar. 

Bagi model asal Malang Askia Sani, fashion tak bisa dilepaskan dari label macam Zara dan Topshop. Label Zara berasal dari Spanyol. Sedangkan Topshop merupakan label retail asal Inggris.

"Zara dan Topshop juga suka karena tetep elegan tapi sedikit glamour. Dan aku juga nggak suka pakai warna yang jreng sih soalnya," kata Sani kepada MalangTIMES.

Sani mengaku, selain Zara dan Topshop, ia juga gemar label-label fashion seperti Mango, H&M, dan Massimo Dutti. "Karena aku dasarnya lebih suka yang simpel dan elegan, jadi kalau merek, aku paling suka juga tiga merek tadi," sambung pemilik akun Instagram @askysany ini.

Memang, memilih produk fashion harus paham benar gaya busana diri. Sani yang menyukai desain-desain simpel nan elegan lebih memilih Mango dan Massimo Dutti. Dua label pakaian ini berasal dari Spanyol. Sedangkan H&M berpusat di Swedia. 

Dibanderol dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah, Sani tak memungkiri ada harga yang harus dibayar untuk produk fashion. Meski demikian, ia tak pernah mematok bujet khusus untuk fashion.

Malah, Sani sering menjual lagi koleksi fashion pribadinya. Bersama kawan-kawannya, Sani mengadakan garage sale berbasis online di Instagram dengan nama akun @tgifgaragesale. 

"Aku spend money untuk fashion yang aku suka. Lagi pula akhirnya kalau bosan, bisa aku garage sale lagi karena biasanya aku bikin acara garage sale sama teman-teman," ungkap dia.

Sani mengaku cara ini sekaligus membantu mereka yang ingin barang branded layak pakai tetapi dengan harga jauh lebih terjangkau.

"Kalau baju rata-rara lima puluh ribu. Karena baju sedikit biasanya sisa dari bazar garage sale dan sebagian aku udah sumbangin," tukas wanita yang bekerja di valuta asing Surabaya ini. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top