Pertamina Kurangi Elpiji Subsidi, Warga Kelimpungan Awali Ramadan

Tabung elpiji subsidi yang diprediksi langka mulai terlihat sejak hari pertama Ramadan dengan adanya pengurangan ke distributor dari Pertamina. (Nana)
Tabung elpiji subsidi yang diprediksi langka mulai terlihat sejak hari pertama Ramadan dengan adanya pengurangan ke distributor dari Pertamina. (Nana)

MALANGTIMES - Hari kedua Ramadhan,  elpiji melon 3 kilogram mengalami gangguan distribusi kepada masyarakat Kabupaten Malang  yang membutuhkannya. Kondisi tersebut terjadi sejak menjelang Ramadan sampai hari pertama bulan suci umat Islam itu. 

Gangguan kelangkaan elpiji bersubsidi di tengah masyarakat terasa sekali di saat kebutuhan masyarakat terbilang tinggi, seperti di hari pertama Ramadan Kamis (17/5/2018) kemarin. Namun, kembali pihak terkait selalu menyampaikan tidak ada persoalan dalam pendistribusian si melon kepada masyarakat. 

Tapi,  di lapangan kondisi tersebut terjadi. Hal ini secara langsung dibenarkan salah satu distributor gas elpiji di Kepanjen, yang menyatakan pasokan Pertamina dikurangi saat memasuki Ramadan. 

"Ada pengurangan tabung yang biasanya saya dapatkan setiap hari dari Pertamina. Dari biasanya dulu sebanyak 100 tabung kini hanya dilayani 80 tabung per hari. Ini tentunya menyulitkan kami juga saat masyarakat sangat butuh elpiji, " kata Suprapto, distributor elpiji di Kepanjen, Jumat (18/5/2018). 

Disinggung mengenai alasan terjadinya pengurangan gas elpiji subsidi tersebut, Suprapto menyatakan tidak mengetahui alasannya. "Kurang tahu kenapa dikurangi kuotanya untuk saya distribusikan ke masyarakat. Cuma pihak Pertamina hanya bilang pengurangan kuota hanya sementara waktu, yaitu awal Ramadan," ujar dia.  

Pengurangan gas elpiji subsidi dirasakan sekali oleh warga masyarakat, baik yang membelinya untuk keperluan sehari-hari rumah tangga maupun untuk berdagang. Mereka mengalami kebingungan saat mencari gas subsidi tapi barangnya tidak ada. 

"Akhirnya mereka mau tidak mau memakai gas yang  lebih besar tanpa subsidi. Mereka terlihat resah dengan pengurangan ini," ujar Suprapto yang kerap mendapatkan pesanan warga untuk bisa mendapatkan elpiji subsidi,  jauh-jauh hari. "Jadi, karena sering habis dan langka,  mereka pesan, " imbuhnya. 

Kelangkaan elpiji adalah rutinitas tahunan. Apalagi menghadapi hari Ramadan ataupun hari besar lainnya di Indonesia. Kondisi ini yang kerap tidak pernah terselesaikan setiap tahun. Terus berulang-ulang dengan pernyataan yang sama di tingkat pemerintah yang menyatakan tidak pernah ada kekurangan stok maupun gangguan distribusi. Walaupun sekali lagi di lapangan hal tersebut telah menjadi rutinitas tahunan. 

Suprapto pun yang mendapat janji dari Pertamina mengenai distribusi elpiji subsidi akan lancar kembali pekan depan tetap khawatir. "Biasanya langkahnya puasa sampai Lebaran. Ya semoga tahun ini tidak terjadi,  Mas, " pungkasnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top