Warga Kota Malang Ramai-Ramai Jual Emas

Emas perhiasan banyak dijual masyarakat Kota Malang di awal Ramadan 1439 H ini. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Emas perhiasan banyak dijual masyarakat Kota Malang di awal Ramadan 1439 H ini. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Harga emas perhiasan mencapai titik tertinggi selama beberapa bulan terakhir. Saat ini, harga jual emas mencapai nominal Rp 515 ribu per gram. Sehingga, di momen awal Ramadan 1439 H ini, masyarakat Kota Malang ramai-ramai menjual emas perhiasannya.

Banyaknya penjualan emas dari masyarakat terlihat di Pasar Besar Kota Malang. Berdasarkan data lapangan, satu bulan terakhir terjadi kenaikan harga jual dan beli emas yang semakin tinggi. Sebab, sebelumnya, harga emas masih berada di angka Rp 495 ribu per gram. 

Salah satu staf marketing Toko Emas Bulan Purnama, Yuli Anto, mengungkapkan bahwa awal Ramadan sedang tren masyarakat menjual emas. "Saat ini lebih banyak yang jual dibanding yang beli. Trennya memang seperti itu di awal Ramadan," urainya. Menurut dia, harga emas yang sedang tinggi membuat masyarakat memilih melepas koleksi emas perhiasannya. 

Terlebih, umumnya kebutuhan rumah tangga juga meningkat di awal Ramadan membuat masyarakat memilih menjual emas perhiasan. "Masyarakat biasanya menyimpan uang dalam bentuk emas. Selain investasi jangka panjang, emas kan mudah dijual ketika ada keperluan. Harga jual dan belinya juga pasti, (besaran) gramnya tetap jadi tidak ada pengurangan nilai barang," ungkap pria 38 tahun itu.  

Yuli mengatakan, peningkatan harga emas di pasaran juga terpengaruh banyak faktor. Salah satunya faktor dolar yang sempat menyentuh angka Rp 14 ribu. Selain itu, lanjut dia, adanya peristiwa teror bom di Surabaya beberapa waktu lalu juga memengaruhi harga emas. "Emas tidak banyak bergantung pada momen puasa atau Lebaran. Yang lebih berpengaruh sebenarnya itu kondisi geopolitik dan ekonomi global karena harga emas ini ikut pasar internasional. Isu bom kemarin juga berpengaruh," jelasnya.

Dia menerangkan, peningkatan harga emas sudah mulai terjadi sejak pertengahan April lalu. Harga emas masih di angka Rp 495 ribu per gram. Namun, perlahan mulai merangkak naik, mulai dari Rp 500 ribu per gram, Rp 510 ribu per gram. Hingga saat ini, harganya mencapai Rp 515 ribu per gram. Maka tidak heran jika hal itu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbondong menjual emas mereka. "Paling banyak (dijual) perhiasan yang kecil, kayak cincin dan gelang," ujarnya.

Menurut Yuli, tren penjualan emas ini biasanya akan berlangsung hingga pertengahan puasa nanti. Namun, ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri, masyarakat justru banyak yang membeli emas. "Mulai H-7 Lebaran itu warga banyak yang beli emas perhiasan. Mungkin memang untuk aksesori penampilan saat Lebaran," kata dia.

Peningkatan penjualan emas dari masyarakat juga terjadi di Toko Emas Mulyorejo di Pasar Besar Malang. "Masih banyak yang jual daripada beli. Perbandingannya 60-40 persen lah," ujar Rika Suprapti, pemilik toko.

Menurut dia, awal Ramadan ini juga bersamaan dengan momen pendaftaran sekolah. "Kan barengan sama mau masuk sekolah, banyak yang jual sejak awal Mei ini," ucapnya. 

Untuk pembelian emas, Rika mengaku jika hingga saat ini masih landai-landai saja. "Nanti kalau mau Lebaran, baru banyak yang beli. Kan ibu-ibu biasanya mencari tren baru perhiasan. Ada juga yang tukar tambah," pungkasnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top