Pulang ke Kota Malang, Kakak-Adik Terduga Teroris Ditangkap Densus 88

Ilustrasi penggerebekan teroris di wilayah Malang Raya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ilustrasi penggerebekan teroris di wilayah Malang Raya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perburuan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri merambah Kota Malang. Kamis (17/5/2018) dua terduga teroris diamankan di Jalan Gading Pesantren Blok III, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen. Kakak beradik dengan inisial INM dan ARH diamankan saat pulang ke rumah usai merantau selama dua tahun terakhir di Surabaya.

Usai penangkapan yang berlangsung sekitar pukul 19.00 itu, dua terduga langsung diamankan. Petugas kepolisian masih belum menjelaskan secara rinci soal keterkaitan maupun peran keduanya dalam jaringan. Operasi tersebut merupakan pengembangan dari upaya pengusutan Polri atas serangkaian teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, awal pekan ini.

Mualim, salah satu keluarga terduga teroris itu, membenarkan adanya penangkapan terhadap dua keponakanannya. "Iya memang dibawa (oleh Tim Densus 88 Antiteror). Tadi lihat (penangkapannya)," ungkapnya.

Hanya, Mualim tidak menceritakan detail pencekalan tersebut. Mualim hanya menyebut bahwa keluarga sempat mendapat penjelasan dari polisi terkait operasi tersebut. "Katanya (penangkapan itu) untuk keperluan pengembangan," ujarnya. 

Dia mengungkapkan bahwa dalam keseharian, tidak ada yang mencurigakan dari kedua keponakannya. "Mereka kakak adik. INM sudah dua tahun di Surabaya, jualan cilok. Baru pulang kemarin (ke Kota Malang) karena ibunya meninggal," ujarnya. INM dan ARH, menurut Mualim, datang untuk selamatan tujuh hari almarhum ibu mereka. 

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri membenarkan adanya penangkapan dua terduga teroris di wilayah hukum yang dia ampu. "Iya (betul, tadi ada penangkapan terduga teroris di Gading Kasri) langsung dibawa ke Surabaya," jawab Asfuri melalui pesan tertulis kepada awak media.

Meski demikian, Asfuri tidak membeberkan rincian penggerebekan tersebut. "Secara rinci nanti dari Polda," tambahnya. 

Sementara itu, Ketua RT 1 Kelurahan Gading Kasri Abdul Mukhid mengungkapkan bahwa dua warganya yang ditangkap Densus 88 Antiteror dikenal cukup baik oleh lingkungan setempat. "Kalau ARH itu sekarang kerja jadi cleaning servis (di salah satu universitas negeri di Kota Malang) dan cukup aktif di kegiatan karang taruna. Tapi INM itu nggak tahu karena jarang pulang. Lebih sering di luar kota. Ini (INM) pulang karena seminggu lalu ibunya meninggal dunia," urainya.

Di hari yang sama, tim Densus 88 Antiteror juga melakukan penggeledahan terhadap sejumlah rumah milik terduga teroris di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top