Perhatikan STNK, Telat Bayar Pajak, Motor Bisa Disita Saat Operasi

Ilustrasi (okezone.com)
Ilustrasi (okezone.com)

Operasi patuh semeru 2018 yang baru saja digelar dikeluhkan beberapa warga yang terkena tilang lantaran pajak di Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) mati. Sebab, kendaraannya juga disita sebagai barang bukti di pengadilan. Tidak seperti biasanya, petugas hanya menyita STNK saja untuk barang bukti.

Kondisi itu banyak dikekuhian warga. Kebanyakan warga yang mengeluh itu adalah para pekerja kantoran. Hanya karena lupa tidak membayar pajak sepeda motornya saat operasi patuh kemarin sepeda motornya disita. Dan untuk mengambilnya harus mengikuti pengadilan tilang seperti yang dijadwalkan.

“Kalau disita sepeda motornya kan susah jadi tidak bisa kemana-mana padahal setiap hari ngantor jadi susah kan. Kenapa tidak STNKnya saja lha wong masalah pajak saja kok,” ungkap Sutrisno warga Desa Tepas Kecamatan Kesamben.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Blitar AKP M Amirul Hakim menjelakan tentang penyitaan sepeda motor karena pajak mati itu sudah sesuai prosedur petugas di lapangan. Sebab dalam penilangan pelanggaran lalu lintas, polisi bisa mengambil barang bukti di antaranya SIM, STNK, maupun kendaraan bermotor.

“Memang seperti itu sebab di perkapolri diatur kalau penilangan barang buktinya ada tiga dan petugas bisa memilih salah satunya,” terangnya, Kamis (17/5/2018).

Menurut dia, itu tergantung dari petugas di lapangan dengan pertimbangan bagaimana mengambil barang bukti. Di antaranya ada kecurigaan kalau sepeda motor itu barang curian bila tidak bisa menunjukkan STNK yang sah. Sebab dalam pengurusan pajak ada juga pengesahan dengan stempel yang membuktikan STNK tersebut sah.

Dan adalagi pertimbangan kalau meski ditilang bila STNKnya disita, pelanggar enggan atau tidak mau mengikuti persidangan untuk mengambil STNK.

“Misal pelanggar orang Kesamben kan jauh dari pengadilan yang ada di Kota Blitar. Bisa jadi dia tidak mau mengikuti sidang karena malas dan barang bukti menumpuk di pengadilan. Daripada kita kena tegur dari pengadilan, biar pelanggar mau ikut sidang kita tahan kendaraannya bukan STNKnya,” katanya. (*)

Editor : A Yahya
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top