P-MOAT, Inovasi Buatan Mahasiswa di Malang Ini Diakui Internasional

P-MOAT,inovasi buatan mahasiswa di Kota Malang ini berhasil diakui dunia internasional (Robby Wijaya for MalangTIMES)
P-MOAT,inovasi buatan mahasiswa di Kota Malang ini berhasil diakui dunia internasional (Robby Wijaya for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dunia pertanian di Indonesia memang selalu membutuhkan inovasi terbarukan. Belum lama ini, sekelompok mahasiswa di Kota Malang pun berhasil membuat P-MOAT (Portable Moth Atractor Technology), sebuah inovasi untuk mengusir hama yang menyerang tanaman.

Ketua tim pembuat inovasi, Robby Wijaya menyampaikan, alat yang dibuat bersama empat orang timnya itu telah diuji coba di sebuah ladang milik petani bawang merah di Probolinggo. Hasilnya pun lebih efektif 40 persen dibanding P-MOAT yanh digunakan petani sebelumnya.

"P-MOAT memang bukan yang pertama digunakan petani Probolinggo, dan di inovasi terbaru ini kami mencoba meningkatkan efektivitas alat yang lebih ramah lingkungan," katanya pada wartawan, Kamis (17/5).

Menggunakan lampu LED dan juga batrai sebagai sumber listrik, ia menikai alat tersebut memiliki tingkat keamanan yang lebih baik terhadap petani. Selain itu, menggunakan sistem Lampu Tabung Lem (LaTaLe), ngengat yang akan merusak tanaman pun akan menempel pada P-MOAT dan langsung mati.

"Lampunya itu bisa nyala kelap kelip yang sesuai dengan karakterisitik ngengat yang memang tertarik dengan lampu semacam itu. Ketika mendekat dan menempel akhirnya terjebak di lemnya dan akhirnya mati," Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang itu.

Sementara itu, sebelumnya petani Probolinggo menurutnya menggunakan listrik saat menggunakan P-MOAT. Sehingga biaya operasional meningkat yang berdampak pada menurunnya pendapatan bersih. Selain itu, penggunaan air sebagai media penjebak juga kurang efektif karena masih besar kemungkinan hama yang tertangkap lepas.

Saat ini, inovasi tersebut menurutnya memang dibuat khusus untuk membunuh ngengat pada tanaman bawang merah. Namun menurutnya, alat tersebut masih dapat dikembangkan untuk membasmi jenis hama dan tanaman yang lebih bervariasi.

Sebelum menjadi produk yang akan diproduksi masal, P-MOAT juga telah memiliki beberapa prestasi mulai dari tingkat nasional hingga internasioanl. Yaitu meraih juara 1 Festival Entreprenur Nasional 2017 di Universitas Negeri Jakarta dan meraih Gold Medal Idris 2017 di Malaysia.

Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top