Viral, Usai Sujud ke Takmir Masjid, dengan Suara Serak Wali Kota Risma Sampaikan Ini

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan arahan kepada para takmir masjid, Kamis (17/5/2018) (Foto : M Bahrul Marzuki/SurabayaTIMES)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan arahan kepada para takmir masjid, Kamis (17/5/2018) (Foto : M Bahrul Marzuki/SurabayaTIMES)

 Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya mengantisipasi masuknya paham radikal yang dapat memecah belah kerukunan bangsa dan negara.

Salah satunya dengan cara mengajak seluruh pengurus takmir masjid di Surabaya untuk ikut bergandengan tangan dalam membentuk karakter anak-anak muda serta membentengi mereka dari pengaruh buruk masuknya paham radikal.

Di hadapan ratusan pengurus takmir masjid se-Kota Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpesan apabila menemukan orang yang dirasa aneh dalam hal keagamaan atau tidak pada umumnya, untuk bisa disampaikan kepada pihak berwajib.

Hal ini diyakini mampu menjadi deteksi dini dalam upaya mengantisipasi masuknya paham radikal di kalangan anak muda.

“Saya mohon kepada bapak-bapak semuanya, kalau ada yang berbeda tolong dilaporkan kepada kami atau pihak kepolisian, agar bisa segera kami tindaklanjuti,” kata dia, saat memberi pengarahan kepada para takmir masjid se-Surabaya di Gedung Wanita Kalibokor, Rabu (16/5/2018).

Menurut dia, ajaran Islam tidak pernah mengajarkan yang namanya menyakiti orang lain. Maka dari itu, dia mengimbau kepada seluruh takmir masjid se Kota Surabaya, agar tetap memegang teguh pada ajaran Rasul. Bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Artinya agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia.

“Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang menerangkan bahwa Islam itu ajaran yang sangat mulia. Maka dari itu, mari kita bersatu dan saling bersilaturahmi dengan erat. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesan wali kota berkerudung ini.


Disampaikan Wali Kota Risma bahwa upaya membentengi generasi muda itu tidak bisa hanya melalui pendidikan formal saja. Namun juga diperlukan pendidikan keagamaan yang tetap memegang teguh pada ideologi Pancasila.

 

Dalam kesempatan ini, dia juga meminta tolong kepada seluruh takmir masjid dan tokoh agama untuk ikut berperan serta dalam mengantisipasi adanya indikasi paham teroris yang dapat berdampak memecah belah keutuhan bangsa dan negara.

“Saya mohon dengan hormat kepada bapak-bapak sekalian, untuk bersama-sama mengantisipasi adanya gangguan ini. Dan memasuki bulan ramadhan ini, saya juga memohon maaf sebesar-besarnya jika ada salah. Saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa,” bebernya.

Di tengah-tengah acara Risma tiba-tiba bangkit dari podium. Dia kemudian memilih sujud di hadapan takmir. Ratusan takmir masjid yang hadir dalam pertemuan itu terheran-heran atas sikap Risma. "Ada apa, ada apa. Kok sampai sujud Bu Wali begitu," reaksi para takmir yang hadir.

Risma yang tampak lelah dengan suara mulai serak dikagetkan dengan pertanyaan Muhammad Tohir, salah satu Takmir Masjid Masyitoh Mulyorejo. "Kenapa undangan ini berbunyi pembinaan takmir. Salah kami sebagai takmir apa," kata Tohir.

Tohir mengusulkan agar undangan itu lebih baik berbunyi silaturahmi. Bukan pembinaan yang bermakna bahwa para takmir dianggap keliru. Dalam pembinaan ini, Risma hadir sebagai pembina.

Mendengar reaksi Takmir Tohir, Risma yang mengenakan kebaya coklat dan barjilbab senada berjalan menghampiri lokasi Takmir tersebut. Dia langsung bersujud di hadapan takmir tersebut.

Suasana menjadi terharu dan semua takmir terdiam. Surya yang menyaksikan aksi sujud Risma melihat para takmir tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. "Saya mohon maaf. Undangannya mendadak," kata Risma.

Mendengar permintaan maaf ini, semua hadirin terdiam. Risma kembali menyampaikan bahwa pihaknya perlu mengumpulkan para takmir untuk kebaikan bersama. Mengingat Surabaya dua hari diteror bom.

Sementara itu, melihat reaksi Risma yang sujud minta maaf di hadapannya, Tohir hanya bisa menatap kaget. Risma sebenarnya tidak persis di kaki Tohir. Tapi di lorong deretan kursi hadirin Takmir.

"Bukan maksud saya menyalahkan. Tapi tadi memang saya mereaksi karena undangan berbunyi pembinaan takmir. Kan berarti ada yang salah sehingga kami perlu dibina," ucap Tohir. 

Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Surabaya TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top