Puasa Seharian, Awas Jangan Langsung Berbuka dengan Yang Dingin-Dingin

foto ilustrasi
foto ilustrasi

MALANGTIMES - Usai menahan lapar dan haus seharian, hal pertama yang ingin kita konsumsi saat berbuka puasa biasanya adalah hidangan yang segar dan dingin. Es teh manis atau es campur misalnya. 

Tapi tahu nggak sih guys, kebiasaan mengonsumsi yang dingin-dingin saat berbuka sebenarnya sangat tidak disarankan dalam dunia kesehatan. Sebab, setelah perut kita kosong selama 12 jam, lambung membutuhkan asupan baru yang lebih hangat.

"Jika langsung dikasih yang dingin, maka lambung kita akan kaget dan itu tidak baik untuk kesehatan," kata ahli gizi di Kota Malang Ayu Bulan Febry K.D. AMG SKM MM.

Saat berbuka, menurut Febry, ada baiknya mengonsumsi air putih hangat. Setelah itu, minuman manis dan dingin seperti aneka es boleh dikonsumsi, dengan catatan tidak berlebihan. Selain itu, makanan ringan dan buah-buahan manis juga disarankan saat berbuka.

Setelah meminum air putih hangat, dia pun menyarankan untuk meminum atau mengonsumsi makanan manis. Sebab, olahan manis dapat diproses lebih cepat menjadi energi. Sehingga tenaga dan kesegaran tubuh bisa dipulihkan lebih cepat.

"Tapi jangan terlalu kalap dengan takjil yang manis-manis. Nanti bisa kekenyangan dan hidangan utama dengan nilai gizi lebih akan terlewatkan. Itu juga tidak bagus untuk tubuh yang usai berpuasa," jelas perempuan berhijab itu.

Usai melahap takjil, ada baiknya lambung beristirahat sebentar dengan menjalankan salat magrib. Selanjutnya, berbuka dengan hidangan besar dapat dilakukan setelahnya. 

Sama seperti saat sahur, ketika berbuka, karbohidrat kompleks (beras putih, beras merah, gandum), protein lauk hewani (ikan, ayam, telur), protein lauk nabati (kacang-kacangan, tahu, tempe), vitamin dan mineral  (wortel, buncis, bayam, sawi, brokoli, daun singkong) tidak boleh dilewatkan.

"Ini akan membantu tubuh menggenjot energi metabolisme basal secara perlahan, yang sempat merosot setelah seharian tubuh tidak mendapatkan pasokan sumber energi," urai Febry.

Sementara untuk lemak, Febry menyarankan untuk menggunakan lemak atau minyak terbatas saat memasak. Tujuannya agar lambung tidak cepat terasa penuh. Sehingga, saat selesai tarawih, perut masih bisa diisi dengan kudapan seperti buah-buahan segar dan pudding. "Jadi, pada dasarnya saat berpuasa, kita tetap makan tiga kali dalam satu hari," pungkasnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top