Cegah Dini Faham Radikal, Dinas Pendidikan Diminta Adakan Pembinaan ke Sekolah-Sekolah

Pengamanan wilayah juga perlu dilakukan di lingkungan sekolah. Hal ini dikarenakan radikalisme juga menyasar anak sekolahan. (Nana)
Pengamanan wilayah juga perlu dilakukan di lingkungan sekolah. Hal ini dikarenakan radikalisme juga menyasar anak sekolahan. (Nana)

MALANGTIMES - Banyak jalan mencegah terus tumbuhnya faham radikal.

Khususnya yang kini menyasar remaja berusia sekolah,  baik dari paparan media sosial (medsos) yang begitu familiar di kehidupan mereka. Maupun dari pendidikan yang diterimanya,  baik di dalam sekolah maupun dari lingkungannya. 

Salah satu jalan untuk menutup akses radikalisme,  Bupati Malang Rendra Kresna menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang, untuk melakukan pembinaan ke sekolah yang ada. 

Pembinaan tersebut diharapkan akan menjadi tameng bagi para pelajar di Kabupaten Malang dalam menangkal berbagai faham radikalisme yang diperlihatkan oleh para teroris. 

Kasus teror di Surabaya dan Sidoarjo, memperlihatkan bahwa para pembom bukan hanya orang-orang dewasa saja. Tapi, juga anak-anak usia sekolahan.

Bahkan,  yang cukup mengagetkan,  anak yang selamat dalam bom bunuh diri saat ditanya Wali Kota Surabaya, cita-citanya ingin  mati syahid. 

"Ini memperlihatkan bahwa anak usia sekolah menjadi rentan menjadi korban dalam kasus terorisme. Berbagai informasi sesat di berbagai medsos tentang hal tersebut juga berseliweran. Anak-anak sekarang rata-rata memiliki handphone android dan rentan terpapar hal tersebut, " kata Dr H Rendra Kresna, Rabu (16/5/2018). 

Berpijak dari kasus tersebut,  Bupati Malang menginstruksikan kepada Kepala Disdik Kabupaten Malang untuk melakukan pembekalan dan pengawasan berkelanjutan kepada seluruh sekolah yang ada. 

Pengawasan tersebut nantinya bisa dilakukan oleh para guru yang didorong lebih aktif. Guru tidak hanya punya tanggungjawab di sekolah saja tapi juga di luar dalam persoalan tersebut.

Guru dituntut untuk lebih memahami para muridnya,  sehingga bisa melakukan deteksi dini apalagi terjadi sesuatu yang aneh dan berbeda yang terjadi. 

"Jadi guru jangan hanya berfungsi di dalam sekolah saja. Kalau sudah di luar sekolah tidak mau tahu. Akhirnya terjadi,  misalnya kasus di Bululawang tentang penyekapan anak oleh ibunya sendiri karena stress. Harusnya guru yang tahu anak tersebut tidak masuk sekolah sampai berbulan-bulan mendatangi rumahnya untuk memastikan, " urai Rendra. 

Untuk pembekalan para siswa di sekolahan,  Rendra berharap bisa bersinergi dengan elemen lainnya. Sehingga materi penguatan dalam menangkal berbagai faham radikalisme lebih komplet dan banyak yang terlibat juga. 

Dikesempatan yang sama M Hidayat Kepala Disdik Kabupaten Malang menyatakan siap untuk menindaklanjuti instruksi Bupati Malang. Dirinya beserta seluruh elemen di Disdik, akan mulai melakukan koordinasi serta aksi ke berbagai sekolahan yang ada di Kabupaten Malang. 

"Kita siap melakukan itu,  karena demi kepentingan masyarakat juga. Pembinaan sebenarnya bagian tugas kita juga. Tapi mungkin akan sedikit berbeda dengan tugas ini karena berkaitan dengan pemahaman tentang radikalisme, " ujar M Hidayat. 

Sedangkan untuk pengawasan yang nanti ujung tombaknya ada di guru,  dirinya juga menyatakan akan segera melakukan berbagai koordinasi dengan seluruh kepala sekolah terlebih dahulu. 

"Apa yang diperintahkan bapak bupati memang urgen untuk segera ditindaklanjuti. Kita siap untuk membentengi murid di Kabupaten Malang dengan maraknya ajaran,  informasi menyesatkan, " pungkas Hidayat. 

Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top