Daging Terus Naik, Harga Ikan Stabil, Sayang Konsumsinya Masih Rendah

Ketersediaan dan harga ikan di Kabupaten Malang stabil saat menghadapi Ramadan. Tapi konsumsi masyarakat masih stagnan seperti tahun lalu. (Dalam foto Kadis Perikanan Endang Retnowati) (Nana)
Ketersediaan dan harga ikan di Kabupaten Malang stabil saat menghadapi Ramadan. Tapi konsumsi masyarakat masih stagnan seperti tahun lalu. (Dalam foto Kadis Perikanan Endang Retnowati) (Nana)

MALANGTIMES - Satu hari menjelang Ramadan, harga daging terus melonjak. Antara lain harga daging ayam potong yang dalam hitungan jam telah merangkak naik di berbagai pasar di Kabupaten Malang. 

Selasa (15/8/2018) kemarin, ayam potong yang sejak sore bertengger di harga Rp 34 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp 36 ribu pada malam harinya. Kondisi tersebut membuat masyarakat mulai melirik komoditas daging lainnya,  seperti ikan. 

Dari penuturan Endang Retnowati, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, harga ikan tidak terkena imbas menjelang Ramadan yang jatuh besok hari,  Kamis (17/5/2018). 

"Kalau harga ikan tidak berpengaruh. Mungkin bukan pilihan utama masyarakat untuk mempersiapkan menu Ramadhan. Harganya masih stabil, " kata Endang kepada MalangTIMES, Rabu (16/5/2018) saat ditemui di gedung DPRD Kabupaten Malang. 

Pernyataan Endang memang terlihat di beberapa pasar yang mulai ramai diserbu masyarakat. Masyarakat masih memilih ayam dan daging untuk merayakan datangnya Ramadhan dibandingkan ikan,  baik laut maupun air tawar. 

Bukan dikarenakan harga ikan,  tapi lebih pada kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi lauk. Khususnya di beberapa moment seperti Ramadan maupun Lebaran. Seperti diketahui,  konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Malang masih di bawah standar pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang mematok konsumsi ikan segar per kapita penduduk sebanyak 30 kilogram dalam satu tahun.

Di Kabupaten Malang, konsumsi ikan masyarakat sampai akhir 2017 rata-rata masih dikisaran angka 26 kilogram dalam satu tahunnya. "Padahal daging ikan tidak kalah bergizinya dengan daging lainnya. Stok ikan pun aman saat ini. Ini persoalan kebiasaan masyarakat yang terus kita coba dorong untuk lebih mengonsumsi ikan, " ujar Atik, sapaan kadis Perikanan Kabupaten Malang.  

Disinggung ketersedian ikan di Kabupaten Malang,  Atik menyampaikan sampai saat ini tidak ada persoalan. Pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan di berbagai wilayah. Seperti yang dilakukan kemarin di wilayah Kromengan bersama para petani ikan dalam menguatkan program minapadi. 

"Terus kita kawal dengan berbagai tinjauan lapangan oleh petugas kita. Dibtingkat  pemberdaya untuk ikan tawar, tidak ada masalah, " pungkas Atik. (*) 

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top