Gergaji Gembok Pagar Rumah, Satu Motor Sport Milik Warga Jatimulyo Digondol Maling

Motor sport korban sebelum hilang (Istimewa)
Motor sport korban sebelum hilang (Istimewa)

MALANGTIMES - Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali beraksi. Satu sepeda motor sport berjenis Yamaha R25  bernopol N 3169 EEG yang diparkir di halaman depan rumah dengan kondisi berpagar, berhasil digasak maling.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah di Jalan Kenanga Indah 12 F, Rt 5, Rw 6, Gang Mantri Sunat, Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang (11/5/2018).

Bagus Pribadi (43) ayah pemilik motor yakni Arsyid Hasy Yuangga (17) menjelaskan pelaku bisa membawa motor milik anaknya tersebut masuk halaman rumah setelah merusak gembok pagar dengan cara digergaji sekitar pukul 03.20 WIB.

"Nah, waktu itu di halaman ada dua motor berjenis R25 itu dan N-Max. Namun karena pelakunya kesulitan merusak kunci motor N-Max sehingga nggak jadi diambil dan hanya mengambil motor R25 itu," jelasnya kepada MalangTIMES, Selasa (15/5/2018).

Karena motor tersebut menggunakan knalpot yang bersuara keras maka saat pencuri menyalakan motor di depan rumah membuat Bagus yang kala itu sedang tidur terhentak. 

Saat itu ia mengira yang menyalakan motor tersebut adalah anaknya. Ternyata anaknya terbangun mendengar suara motor tersebut dan mengira bahwa yang menyalakan motor adalah sang ayah.

"Saya pikir anak saya, lho Angga mau kemana malam-malam. Terus anak saya lari ke kamar saya, ngomong sama mamanya, ma, ayah kemana malam-malam, dijawab sama istri saya lha ini ayah ada. Dijawab lagi sama anak saya, lah terus siapa yang bawa sepeda? Terus saya langsung lihat dari jendela dan motornya memang enggak ada," jelasnya.

Mengetahui motornya sudah dibawa kabur pencuri, sang anak berniat mengejar para pelaku. Akan tetapi oleh Bagus, anaknya dilarang karena takut terjadi sesuatu menimpa anaknya.

"Memamg anak saya mau ngejar, tapi saya larang, takutnya mereka bawa senjata tajam atau apa gitu, " bebernya.

Bagus juga sempat bertanya kepada salah satu tukang sayur di lingkungannya tentang keberadaan motornya. Tukang sayur tsrsebut mengatakan sempat melihat sebuah motor bersuara keras dibawa oleh satu orang yang diikuti oleh dua orang dibelakangnya.

"Ya sempat lihat tiga orang katanya. Saya juga sudah lapor ke polisi. Sebelumnya lapor ke Polsek, karena ada kendala teknis akhirnya lapor ke Polres Malang Kota. Semoga saja ada perkembangan," ungkap Bagus.

Sementara itu, setelah kejadian motornya hilang, ia sempat ditelepon oleh seseorang yang mengaku membawa sepeda motor miliknya. Saat itu penelpon meminta uang tebusan sebesar Rp 1 juta.

"Dia ngajaknya ketemuan di Pasar Lawang, bawa uang Rp 1 juta, namun enggak saya gubris, saya tahu itu penipuan,"pungkasnya.

Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top