Bank Bekukan Dana Bantuan Wali Murid, Mantan Ketua Komite SMPN 4 Kepanjen Diperiksa Polisi

Kepala SMPN 4 Kepanjen Suburyanto melaporkan eks ketua Komite sekolah Sugianto dengan tuduhan menghalangi proses pencairan dana bantuan wali murid dan dana investasi di bank (Dok Nana)
Kepala SMPN 4 Kepanjen Suburyanto melaporkan eks ketua Komite sekolah Sugianto dengan tuduhan menghalangi proses pencairan dana bantuan wali murid dan dana investasi di bank (Dok Nana)

MALANGTIMES - Polemik di tubuh SMPN 4 Kepanjen,  ternyata masih terus berlanjut. Setelah berbagai mediasi yang dilakukan Dinas Pendidikan maupun DPRD Kabupaten Malang terhadap dua kubu yang bersengketa,  ternyata masih menyisakan persoalan. 

Kini,  kemelut cukup lama antara Komite Sekolah  yang diketuai oleh Sugianto Basuki saat itu dengan Kepala SMPN 4 Kepanjen Suburyanto,  berpindah ke ranah hukum. Sugianto yang  telah menanggalkan jabatannya sebagai Ketua Komite SMPN 4 Kepanjen dilaporkan oleh Suburyanto atas tidak cairnya dana bantuan wali murid dan dana investasi di bank sampai sekarang.

Dana bantuan wali murid dan dana investasi di bank tersebut masih dibekukan dan tidak bisa ditarik,  dengan alasan persoalan legalitas Komite SMPN 4 Kepanjen masih belum jelas. Selain itu dikhawatirkan ada kesalahan dalam pencairan dananya. 

Kondisi ini yang menyebabkan Suburyanto melaporkan Sugianto ke Polres Malang dengan dugaan menghalangi pencairan dana tersebut. "Ini tentunya tidak benar. Saya sudah tidak menjabat sebagai ketua komite dan sudah ada komite baru. Untuk spesiment bank diterima tidaknya itu urusan atau kewenangan bank,  bukan saya atau komite lama, " kata Sugianto setelah menjalanipemeriksaan di Mapolres Malang,  Jumat (11/5/2018). 

Perbuatan Suburyanto tersebut membuat Sugianto berencana melapor balik dengan adanya tuduhan tidak berdasar kepada diri dan kedua koleganya yang pernah menjabat sebagai komite sekolah. 

"Ini sudah kelewat batas. Tapi saya akan koordinasi dulu dengan rekan-rekan komite lama. Apa akan lapor balik atau bagaimana. Kita lihat saja nanti. Tapi laporannya menghalangi pencairan dana di bank karena kami memang sudah kelewat batas," ujarnya. 

Disinggung mengenai pemeriksaan  dirinya oleh penyidik Polres Malang,  dirinya mengatakan ada 18 pertanyaan yang diajukan kepadanya. Yang intinya, pihak penyidik menanyakan persoalan laporan Kepala SMPN 4 Kepanjen tentang komite lama yang menghalangi pencairan dana bantuan wali murid di bank serta penahanan ijazah. 

"Pertanyaan seputar itu dan kami jawab berdasarkan data,  fakta dan aturan yang ada, " pungkas Sugianto. 

Kemelut di SMPN 4 Kepanjen rasanya akan terus bergulir dengan adanya pelaporan dari Suburyanto tersebut. Walau Sugianto masih  akan mencoba berkoordinasi dengan rekan lamanya di Komite. Bara api  telah dikobarkan kembali dan kemelut SMPN 4 Kepanjen kini berpindah ke ranah hukum. 

Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top