Pariwisata Kabupaten Malang Booming, Kompetensi Pemandu Wisata Terus Ditingkatkan

Sekretaris Disparbud Kabupaten Malang Ainur Rofiq menyatakan sertifikasi kompetensi pemandu wisata menjadi penting dalam memajukan pariwisata Kabupaten Malang (dok MalangTIMES)
Sekretaris Disparbud Kabupaten Malang Ainur Rofiq menyatakan sertifikasi kompetensi pemandu wisata menjadi penting dalam memajukan pariwisata Kabupaten Malang (dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak terbantahkan, sektor pariwisata di Kabupaten Malang terus tumbuh membesar. Target kunjungan wisatawan pun terus ditingkatkan setiap tahunnya. 7 juta wisatawan dalam dan luar negeri pun dipatok Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang di tahun 2018.

Target peningkatan kunjungan wisatawan tersebut, selain didukung tumbuhnya berbagai lokasi wisata baru di berbagai wilayah Kabupaten Malang,  tentunya juga patut didukung dengan kemampuan para pemandu wisata yang saat ini masih bertumpu pada kemampuan otodidak warga sekitar lokasi. 

Kondisi tersebut tentunya satu sisi akan mempengaruhi daya tarik wisata dan membuat wisatawan buta saat membutuhkan informasi detail mengenai lokasi yang dikunjunginya. Terutama di berbagai destinasi wisata sejarah. 

Persoalan pemandu wisata tidak bisa dibiarkan apa adanya. Mereka tentunya diwajibkan memiliki kompetensi yang mumpuni mengenai berbagai pernik destinasi wisata. Seperti yang telah berjalan di berbagai negara lain yang mengelola dan bertumpu pembangunannya di sektor pariwisata. 

"Hal ini yang kami sorot. Kita telah melakukan kegiatan sertifikasi pemandu wisata dan front office beberapa hari lalu,  sebagai bentuk memperkuat dunia pariwisata di Kabupaten Malang," kata Ainur Rofiq Mansyur Sekretaris Disparbud Kabupaten Malang kepada MalangTIMES. 

Kegiatan sertifikasi bagi pemandu wisata dan front office yang digelar tersebut menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi Nasional (LSPN) sebagai lembaga independen yang bergerak pada pengujian kompetensi yang dimiliki dalam suatu profesi. Hal ini dimaksudkan,  agar kegiatan tersebut benar-benar menghasilkan pemandu wisata yang kompeten di bidangnya. 

"Sehingga kita akan memiliki para pemandu wisata yang kuat dan tersertifikasi kompetensinya oleh lembaga sertifikasi nasional. Hal ini tentunya akan semakin memperkuat sektor pariwisata yang menjadi program strategis Kabupaten Malang," ujar Rofiq yang juga menjelaskan dari kegiatan tersebut ternyata cukup mendapat antusias dari pemandu wisata yang selama ini bekerja di industri wisata. 

Selain tujuan tersebut, sertifikasi pemandu wisata dan front office merupakan amanah dari pemerintah pusat dalam dunia pariwisata. Rofiq menjelaskan, ada kewajiban bagi setiap tenaga kerja pariwisata baik yang  bernaung dalam industri wisata maupun yang bersifat perseorangan untuk memiliki sertifikat kompetensi tersebut. 

"Untuk mendapatkan itu diperlukan uji kompetensi yang dilakukan assesor. Sertifikasi ini menjadi kebutuhan penting,  terutama dalam menghadapi globalisasi seperti saat ini," ujarnya. 

Sertifikasi pemandu wisata juga memiliki kelebihan bagi mereka yang memilikinya. Dimana setiap usaha pariwisata nantinya wajib mempekerjakan tenaga kerja yang sudah memiliki sertifikasi di bidangnya. 

Rofiq melanjutkan, ke depannya nanti apabila ada usaha wisata yang tidak memperkerjakan pemandu wisata bersertifikasi, maka akan dikenai sanksi.

"Ini pentingnya sertifikasi selain tentunya untuk meningkatkan sumber daya manusia yang terlibat dalam dunia pariwisata di Kabupaten Malang," pungkas Rofiq. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top