Terbang Sendiri, Gitaris Legendaris Toto Tewel Luncurkan Album Solo

Gitaris legendaris Indonesia asal Malang Toto Rewel (kiri) berkolaborasi dengan Nova Ruth dalam launching album Miberdhewen di Museum Musik Indonesia. (Foto: MAMI for MalangTIMES)
Gitaris legendaris Indonesia asal Malang Toto Rewel (kiri) berkolaborasi dengan Nova Ruth dalam launching album Miberdhewen di Museum Musik Indonesia. (Foto: MAMI for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bersama dentingan gitarnya yang lincah, Toto Tewel menyapa penggemar sekaligus penikmat musik di Museum Musik Indonesia (MMI) Gedung Kesenian Gajayana, Kamis (10/5/2018) malam. Mengenakan kaus tanpa lengan putih dipadukan celana pendek jeans dan topi hitam, gitaris legendaris Indonesia asal Malang itu memulai alunan lagu-lagu barunya.

Tadi malam, pemusik dengan nama asli Emmanuel Herry Hertoto meluncurkan album solonya yang berjudul 'Miberdhewen' atau Terbang Sendiri. Irama rock masih dominan terasa dari petikan jemarinya di atas senar gitar. Meski demikian, karakter musiknya semakin kaya dengan adanya selang-seling nuansa etnik maupun blues yang kental.

Yang monumental, album tersebut merupakan album solo perdana setelah Toto berkarir di dunia musik selama 45 tahun. Diproduksi oleh Pelampung Records, menurut Toto, nama Miberdhewen yang berarti terbang sendiri dalam bahasa Indonesia, diambil karena seluruh lagu dalam album ini digubah seorang diri. "Ini benar-benar album yang saya garap sendiri. Ngisi drum sendiri, gitar sendiri, bass sendiri. Aransemen sendiri," kata Toto.

Miberdhewen memang tidak hanya menunjukkan kehebatan Toto sebagai the Best Guitarist versi Festival Rock se-Indonesia yang diselenggarakan Log Zhelebour (1984, 1985 dan 1986), melainkan juga sebagai seorang penggubah lagu yang hebat. Tujuh buah lagu dalam format instrumental di album ini tidak sekadar menampilkan kecepatan, nada-nada melengking, ala lead gitar rock, melainkan juga harmoni di antara instrumen-instrumen musik di dalamnya, begitupun kemolekan khas musik etnik Nusantara dan musik klasik. 

Tujuh lagu di album ini, kata Toto, digarap sejak tahun 2006 sampai tahun 2007 dan mengalami mastering ulang empat bulan yang lalu, setelah dirinya tidak lagi menjadi pengisi gitar Iwan Fals. Ia mengaku seluruh lagu tersebut terilhami dari kisah perjalanan kehidupan pribadinya dan kariernya dalam dunia musik selama 45 tahun terakhir. 

Pria kelahiran Malang, 1 Januari 1958 ini memang telah malang melintang di dunia musik. Mengawali karier sebagai bassis di sebuah grup musik gereja saat sekolah dasar, kemudian berlanjut menjadi gitaris ELPAMAS (Elektrik Payung Mas) sejak 1983 sampai sekarang. Pernah juga menjadi gitaris Swami, Kantata Samsara, Dalbo, yang digawangi sejumlah musisi seperti Iwan Fals dan Saung Djabo.  

Acara peluncuran album yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu menarik animo pengunjung karena digelar gratis. Selain itu, nama-nama musisi papan atas asal Malang pun turut naik panggung. Di antaranya Anto Baret (KPJ), Nova Ruth, Yudi Judaz dan Yoyok Pandaan.  

Toto menyatakan album ini tidak akan pernah terwujud tanpa dukungan kawan-kawannya di dunia musik dan di kehidupan sehari-hari. Ia berterima kasih kepada Wahyu Micorazon dan Anto Baret yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk mempersiapkan peluncuran album ini. Tidak lupa, Toto mengucapkan terima kasih kepada Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ), Warung Apresiasi (Wapres), dan Fals Mania yang telah mendukung terselenggaranya acara peluncuran album perdananya. "Dukungan komunitas-komunitas ini merupakan sebuah bukti kebersamaan yang solid dalam dunia musik. Baik kebersamaan sebagai musisi, maupun sebagai keluarga," ucapnya.

Toto berharap, album ini dapat semakin mewarnai musik Indonesia dan membuat generasi musisi yang lebih muda darinya tidak takut mengeluarkan karya. "Generasi saat ini lebih mudah dapat akses. Lebih mudah belajar. Harusnya lebih mampu memperjuangkan musik Indonesia. Ayo bermusik dengan serius," pungkasnya.

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top