Semarak Malang 104 Sound of Unity 2018, Rekor MURI Pecah di Stadion Gajayana

Suasana kemeriahan acara Malang 104 Sound of Unity 2018 di Stadion Gajayana Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Suasana kemeriahan acara Malang 104 Sound of Unity 2018 di Stadion Gajayana Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penampilan spektakuler 104 musisi band se-Malang Raya dalam Malang 104 Sound of Unity 2018 menggetarkan Stadion Gajayana. Bahkan, even yang merupakan rangkaian Peringatan HUT ke-104 Kota Malang tersebut berhasil memecahkan rekor MURI.

Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Malang Musik Bersatu, Rabu (9/5/2018) malam tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, Ketua Komisioner KPU Kota Malang Zaenudin dan Kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Kemegahan Sound of Unity dimulai dengan lighting show kemudian disambung tradisional dance lalu lagu Di Timur Matahari yang dibawakan Voice of Malang.

Total ada sebanyak 104 gitaris, basist, vokalis, drummer dan keyboardis yang terlibat. Ditambah lagi 104 sound system dan rental stage. Ada tujuh lagu yang dibawakan dalam acara tersebut. Di antaranya dua lagu berjudul Malang Kota Subur dan Bangun Pemudi-Pemuda yang diaransemen musisi asli Malang, Dody Ide.

Dalam penyelenggaraan tahun ke empat ini, Sekda Kota Malang Wasto menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Malang menyambut baik terlaksananya kegiatan tersebut. "Karena suksesnya kegiatan ini menunjukkan bahwa Kota Malang memiliki banyak musisi-musisi kreatif yang patut kita dukung untuk terus berkarya," ujarnya.

"Kreativitas itu pula yang akan memberi arti berbeda untuk Kota Malang. Oleh karenanya, saya memberikan apresiasi positif kepada Komunitas Malang Musik Bersatu atas event ini," tambahnya.

Menurut Wasto, dari kreativitas para musisi dan seniman itu pula, Malang makin memberi daya tarik untuk dikunjungi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Selain itu, ide penyelenggaraan konser sebagai bagian atas peringatan HUT Kota Malang juga diapresiasi. "Nilai syukur juga saya tangkap atas ide penyelenggaraan kegiatan ini. Syukur atas 104 tahun Kota Malang, syukur karena kota ini terus tumbuh kembang dengan baik serta syukur karena ide ide positif dan kreatif terus terlahir, mengalir dan mewarnai Bhumi Arema," sebutnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Kota Malang tersebut juga mengharap agar event yang dikemas secara baik dan spektakuler itu cukup marketable dan tentunya memiliki keajegan untuk menjadi agenda wisata.

Berbagai pertunjukan ditampilkan oleh 104 band yang tergabung dalam Komunitas Malang Musik Bersatu. 

Sebuah kolaborasi yang dikemas secara apik oleh beberapa komunitas musik yang mampu mengundang masyarakat Kota Malang untuk terus berdecak kagum.

Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top