104 Tahun Kota Malang, 10 Dalang Muda Kisahkan Lakon Bima

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto saat menyerahkan gunungan sebagai tanda mulainya pergelaran wayang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto saat menyerahkan gunungan sebagai tanda mulainya pergelaran wayang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berbagai kesenian nasional hingga internasional memeriahkan rangkaiah HUT ke 104  Kota Malang tahun ini. Salah satunya yakni pergelaran wayang kulit yang menghadirkan 11 dalang sekaligus. Istimewanya, yang menggeber kemampuan olah sabet wayang tersebut adalah dalang-dalang muda. 

Kesepuluh dalang muda tersebut yakni Ki Bayu Suryo Kusumo, KRT Kresna Soesamto, Ki Dyan Permana, Ki Brian Arfista, Ki Bagas Hadi Guno Carito, Ki Aditya Kurniawan, Ki Afrian Saputra, Ki Nurhanief, Ki Ahmad Andi, serta Ki Setiyo Wahyudi. Tak hanya itu, hadir sebagai penyemarak acara ada pemenang Festival Dalang Bocah Jatim 2018 Ki Seno Aji W dan didukung seniman-seniwati Malang Raya.

Berlangsung di depan Stasiun Malang Kotabaru, pergelaran yang menyedot animo penonton itu dimulai pukul 19.00 hingga dini hari. Para dalang tersebut membawakan lakon Bima Kelana Jaya. Kisah dalam lakon tersebut seputar kepemimpinan Raden Bima, atau yang juga disebut Werkudara atau Bimasena. 

Putra kedua Kunti ini merupakan tokoh Pandawa yang kuat dan jujur, meski dalam penampilan selalu kasar dan menakutkan bagi musuh. Cerita Bima Kelana Jaya mengisahkan seorang pemimpin yang sudah lama dinanti masyarakat. Pemilihan lakon tersebut sesuai dengan kondisi Kota Malang yang tengah menunggi momen pemilihan kepala daerah, Juni mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto mengungkapkan bahwa pergelaran wayang kulit tersebut selain pelestarian tradisi juga merupakan perwujudan doa. Pemkot Malang berharap nantinya pergelaran Pilkada bisa berlangsung tertib, lancar, aman dan juga menghasilkan pemimpin pilihan layaknya Raden Bima. "Pergelaran ini melibatkan sepuluh dalang muda dan satu dalang cilik, ini sangat membanggakan. Saya salut atas prestasi mereka," ujar Wasto.

Selain itu, dalam sambutannya Wasto juga menegaskan bahwa Pemkot Malang akan selalu menjaga, melestarikan dan memfasilitasi berbagai kesenian. Termasuk di antaranya seni budaya tradisional. Bebagai event mulai level lokal hingga nasional nantinya akan diagendakan secara  rutin. "Sehingga, berbagai seni budaya warisan leluhur ini dapat terjaga dengan baik dan bisa diwarisi generasi bangsa di masa mendatang," tuturnya. 

Wasto menegaskan, pihak Pemkot Malang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap berbagai seni budaya tradisional. "Agar berbagai kesenian tetap lestari, maka berbagai event budaya akan terus digelar. Pemkot juga akan menggandeng pihak-pihak swasta mulai hotel hingga jasa travel untuk promosi agar event ini dapat dinikmati wisatawan," pungkasnya. 

Editor : A Yahya
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top