Ratusan orang Ikut Audisi Di Dinas Sosial Kota Malang, Audisi Apa Ya?

ratusan peserta seleksi yang mayoritas adalah wanita di aula Dinas Sosial Kota Malang (Dinsos Kota Malang for MalangTIMES)
ratusan peserta seleksi yang mayoritas adalah wanita di aula Dinas Sosial Kota Malang (Dinsos Kota Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang hari ini (17/4/2018) melakukan audisi. Terlihat masyarakat dari berbagai kalangan umur utamanya para perempuan memadati ruangan aula Dinsos Kota Malang.

Namun ratusan orang tersebut, bukan audisi perlombaan. Namun audisi tersebut merupakan seleksi bagi para Penyandang Masalah Kesekahteraan Sosial (PMKS) yang akan mendapatkan pelatihan dari Dinsos khususnya untuk jenis masakan Indonesian food serta Bakery.

Kepala Dinsos Kota Malang, Sri Wahyuningtyas melalui Kabid Penanganan Fakir Miskin dan Pemberdayaan Sosial, Bambang Eddy Irawan mengungkapkan, bahwa kegiatan seleksi ini, bakal dijaring sebanyak 25 peserta pada masing-masing bidang atau jenis pelatihan.

"Pelatihan jenis Indonesian food sebanyak 25 peserta dan pelatihan bakery sebanyak 25 peserta. Mereka akan digembleng dengan mendapatkan pelatihan dari ahlinya," jelasnya (17/4/2018).

Dalam pelatihan yang digelar, Dinsos Kota Malang bakal bekerja sama dengan salah satu sekolah di Kota Malang. Pelatihan sendiri bakal dilakukan kurang lebih selama satu minggu.

Dinsos Kota Malang sendiri tak sembarangan dalam memilih para peserta pelatihan. Pemilihan peserta dilakukan secara teliti Di mana para peserta yang memiliki embrio atau kemampuan dasar pada masing-masing bidang seleksi yang akan bisa lolos.

"Setelah menyerahkan Kartu Keluarga maupun KTP, mereka bakal diwawancara kegiatan sehari-hari, terus apakah mereka punya usaha atau tidak, dan kemampuan yang mereka miliki," paparnya 

Dengan pelatihan yang digelar Dinsos pada tanggal 
23-24 April nanti, Dinsos berharap para PMKS bisa lebih mandiri dalam berusaha meningkatkan kesejahteraan. Pasalnya, tidak mungkin mereka bergantung seterusnya kepada pemerintah.

"Ya mandiri, biar tak bergantung terus sama pemerintah. Supaya nanti jika suatu saat bantuan berhenti, mereka bisa benar-benar mandiri," ungkapnya

Setelah para peserta terseleksi, jika tidak berubah maka nantinya jadwal pelatihan dua jenis makanan tersebut akan dilaksanakan pada awal Mei. Jadwal tersebut dipilih karena memang berdekatan dengan moment hari raya Idul Fitri.

"Setelah pelatihan, dekat moment lebaran, nah hal tersebut harapannya juga bisa dimanfaatkan, untuk mereka memanfaatkan ilmu yang mereka dapat dari pelatihan dengan membuat makanan-makanan yang bisa dijual di moment lebaran,"pungkasnya

Editor : A Yahya
Publisher : bayu pradana

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top