Punya Andil Besar, Perempuan Pimpin 60 Persen Industri Rumahan Di Kota Malang

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto saat memberi sambutan dalam kegiatan Gelar Produk Industri Rumahan. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto saat memberi sambutan dalam kegiatan Gelar Produk Industri Rumahan. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peran perempuan sebagai penggerak perekonomian mikro di Kota Malang cukup signifikan. Bahkan berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Malang, angkanya mencapai sekitar 60 persen. 

Kepala DP3AP2KB Kota Malang Penny Indriani, menyebutkan saat ini tercatat ada 99.213 usaha mikro yang tersebar di lima kecamatan. Dari jumlah itu, sebanyak 14.327 terkategori sebagai industri rumahan. "Dari kategori industri rumahan, sebanyak 8.552 atau sekitar 60 persennya diproduksi oleh kepala rumah tangga perempuan," ujar Penny.

Hari ini (17/4/2018) DP3AP2KB Kota Malang melangsungkan kegiatan Gelar Produk Industri Rumahan. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto, Pjs Ketua TP PKK Kota Malang Astried Wahid Wahyudi; Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Malang Endang Wasto serta kepala organisasi perangka daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Penny mengungkapkan, pameran produk industri rumahan tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan produktivitas perempuan pengembang ekonomi lokal. "Salah satu cara pemberdayaan perempuan yakni melalui pelatihan-pelatihan. Sehingga, perempuan diharapkan mampu berdaya guna untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui industri rumahan," jelas Penny.

Sekda Kota Malang Wasto menyampaikan bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan dari pembangunan ekonomi. Berbagai strategi dilakukan, misalnya dengan penciptaan lapangan kerja, reinvestasi, pemenuhan kebutuhan hidup pokok, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM). 

Hal tersebut dilakukan untuk peningkatan kemampuan dan kemandirian, peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga, pengurangan penduduk miskin serta peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. "Seperti kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan dan menguatkan sentra usaha ekonomi yang berbasis rumah tangga," ujarnya.

Wasto menegaskan, Kota Malang memiliki potensi yang sangat besar. "Hanya saja, usaha rumahan tersebut belum masuk dalam data base usaha secara masif dan sistemik di organisasi perangkat daerah Pemkot Malang," ujar Wasto saat membacakan sambutan Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi. 

Wasto juga berharap agar DP3AP2KB Kota Malang sebagai penyelenggara kegiatan untuk segera menyusun data base dan juga road map untuk pendampingan pelatihannya. Sehingga, secara terpadu dilakukan langkah program peningkatan kualitas SDM, kualitas produksi, akses pembiayaan dan permodalan serta akses pasar, baik yang bersifat on line maupun yang konvensional. "Yang menjadi catatan, bahwa usaha rumahan menjadi salah satu pilar strategi, bagi ekonomi kerakyatan," pungkasnya. 

Editor : A Yahya
Publisher : bayu pradana

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top