Kian Hijau, Kampung Kramat Ditanami 850 Pohon Cacao

Kepala UPT Pemakaman Disperkim Kota Malang Takroni Akbar saat melakukan penanaman pohon cacao di TPU Kasin (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kepala UPT Pemakaman Disperkim Kota Malang Takroni Akbar saat melakukan penanaman pohon cacao di TPU Kasin (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemakaman, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang melakukan penanaman 850 pohon cacao atau coklat secara bertahap di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasin yang memiliki areal lahan seluas 77.452 m2.

Penanaman pohon tersebut, didasarkan untuk menyokong lokasi TPU Kasin yang saat ini menjadi destinasi wisata yakni Kampung Kramat agar lebih maju dan menarik kunjungan wisatawan seperti Kampung Cokelat.

Selain itu, bukan hanya para wisatawan yang akan termanjakan dengan pohon coklat yang ditanam, namun para pekerja pengurus pemakaman nantinya juga akan merasakan manfaat dari pohon coklat tersebut. 

Mereka bakal mendapatkan hasil dari mengelola buah yang nantinya tumbuh dari pohon-pohon coklat tersebut. Tentunya, para penyedia jasa juga harus turut menjaga pohon-pohon coklat tersebut.

"Penanaman cacao ini memang sengaja kita tanam di TPU Kasin, karena lokasi yang berupa lereng dapat mencegah terjadinya tanah longsor. Kenapa kita memilih cacao, karena TPU Kasin merupakan destinasi wisata yang kelak kita kembangkan juga kebun coklat yang kita adopsi dari Kampung Coklat di Blitar," ungkap Kepala UPT TPU, Bapak Taqruni Akbar, SE 

"Jadi bukan hanya menanam saja, namun kita juga bakal melakukan perawatan pohon-pohon coklat yang ditanam melibatkan para penyedia jasa maupun juru kunci tersebut," beber Kepala UPT Pemakaman tersebut yang juga merupakan Plt Kepala UPT Rusunawa.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkim Kota Malang, Diah Kusumadewi mengungkapkan, bahwa pihaknya sangat mangapresiasi upaya dari UPT Pemakaman dengan proyek perubahan tentang penghijauan lahan kritis.

"Dengan proyek perubahan ini tentunya sangat bermanfaat untuk penghijauan. Apalagi pohon yang ditanam juga merupakan pohon produktif sehingga nantinya buahnya bisa dimanfaatkan," bebernya.

Lanjut Diah, penghijauan memang tak bisa serta merta didapatkan hasil secara langsung. Memerlukan rentang waktu yang cukup lama yakni 5 sampai 10 tahun. Maka dari itu, seiring berjalannya waktu perawatan harus tetap dilakukan hingga benar-benar membuahkan hasil yang memuaskan.

"Dengan begitu, anak cucu kita nantinya bisa merasakan manfaat dari penghijauan yang dilakukan saat ini," pungkasnya.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top