Command Center Masih Sepi Aduan, Dominasi Masih Persoalan Jalan Rusak

Suasana Command Center di lantai 9 Setda Kabupaten Malang, Selasa (17/04) (Nana)
Suasana Command Center di lantai 9 Setda Kabupaten Malang, Selasa (17/04) (Nana)

MALANGTIMES - Command Center Kabupaten Malang yang diresmikan akhir Februari 2018 di lantai 9 perkantoran Sekertaris Daerah (Setda) Kabupaten Malang, sampai saat ini masih relatif sepi aduan. 

Selain dimungkinkan masih terbilang baru, keberadaan command center yang membuka layanan 24 jam ini belum begitu familiar bagi masyarakat Kabupaten Malang. 

Menurut salah satu operator Command Center Kabupaten Malang Dhika Permana,  untuk aduan yang masuk masih terbilang minim. "Masih sepi aduan masyarakat ke kita. Kalau pun ada itu sudah berapa bulan kemarin,  yaitu mengenai jalan rusak," kata Dhika, Selasa (17/04) kepada MalangTIMES. 

Disinggung mengenai sepinya aduan, Dhika menyatakan tidak mengetahuinya secara pasti. "Tentang itu saya tidak mengetahui yang pasti untuk tataran di dinas-dinas sudah tersosialisasikan. Ini terbukti dengan aduan warga tentang jalan rusak bulan lalu," ujarnya. 

Aduan warga yang masuk ke command center,  langsung didistribusikan oleh operator ke dinas terkait. Hasilnya, apabila laporan tersebut ditindaklanjuti, maka data kerusakan jalan yang dilaporkan akan masuk juga ke data di Command Center. 

"Jadi langsung terkoneksi apabila sudah ada perbaikan. Seperti yang dilakukan oleh Dinas PU Bina Marga dalam menanggapi laporan kerusakan jalan," ujar Dhika. 

Untuk pengaduan lainnya, misal mengenai persoalan warga yang belum memiliki KTP-el terutama dalam menghadapi Pilgub Jatim 2018 yang sudah di depan mata,  belum ada data atau pun aduan yang masuk ke Command Center. 

Minimnya aduan masyarakat ke Command Center tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Malang, khususnya bagi Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) sebagai leading sectornya. Sosialisasi masif ke masyarakat merupakan salah satu pekerjaan untuk melibatkan masyarakat secara partisipatif dalam mengawasi hasil pembangunan. 

Selain itu, persoalan teknis mengenai tidak stabilnya bandwidth di Command Center yang berkapasitas 7 GHz masih menjadi persoalan bagi para operator. Dengan kapasitas tinggi tersebut, seharusnya kecepatan internet berjalan cepat dan stabil. 

"Kurang stabil masih naik turun. Kita masih fokus dalam hal ini. Ini dimungkinkan karena sistem dan servernya," ujar Dhika yang bertugas bersama 10 operator lainnya yang nanti akan memiliki tugas masing-masing dalam menangani per sub sektor aduan.  

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top