Miris, Wakil Ketua MPR RI Sebut Indonesia Krisis Tokoh Idola Generasi Muda

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Basarah saat menjadi pembicara dalam Seminar Legislatif bertemakan Pancasila Sebagai Sumber Segala Sumber Hukum Negara di Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Basarah saat menjadi pembicara dalam Seminar Legislatif bertemakan Pancasila Sebagai Sumber Segala Sumber Hukum Negara di Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Munculnya bibit-bibit konflik sosial yang bermunculan di masyarakat disebut akibat generasi muda tidak memiliki sosok panutan yang mengedepankan nilai kebangsaan. Hal tersebut dipaparkan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Basarah saat menjadi pembicara dalam Seminar Legislatif bertemakan Pancasila Sebagai Sumber Segala Sumber Hukum Negara. 

Berlangsung di Universitas Merdeka Malang, hari ini (17/4/2018) Basarah menyoroti soal nilai-nilai Pancasila sebagai sumber hukum negara yang ditengarai mulai bergeser. Akibatnya, banyak masyarakat khususnya para tokoh bangsa yang hanya mengetahui poin Pancasila, tetapi tidak mengimplementasikan maknanya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Bangsa ini sudah tidak bersumber dari nilai-nilai Pancasila. Di kehidupan politik misalnnya, saat ini sudah banyak mengikis identitas keberagaman negara kita," ujar Basarah.

Menurutnya, berbicara terkait falsafah Pancasila, seharusnya dalam pembentukan peraturan perundang-undangan oleh legislatif mulai tingkat daerah hingga pusat, Pancasila menjadi dasar. "Saat ini kita kehilangan rujukan berupa nilai-nilai Pamcasila. Inilah permasalahan kita," ungkapnya.

Untuk itu, politisi PDIP tersebut mengajak mahasiswa untuk memahami sejarah bangsa serta tokoh-tokoh yang berkontribusi dalam pembahasan rumusan Pancasila. "Dalam pembahasan Pancasila, banyak tokoh-tokoh yang terlibat, termasuk ada tokoh dari Tionghoa dan Arab," katanya.

Dengan memahami sejarah dan tokoh bangsa, maka generasi muda bisa memiliki tokoh yang menjadi panutan. Pasalnya, tidak jarang tokoh bangsa yang kini justru gemar menghujat. Padahal di masa lalu, para alim ulama besar lebih mementingkan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan golongan.

"Tokoh bangsa jangan suka menghujat, akibatnya generasi muda tidak punya idola. Saya khawatir generasi muda kehilangan panutan. Sehingga mereka mengidolakan tokoh dari luar negeri yang ideologi dan budayanya berbeda dengan negara kita," tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unmer Setiyono mengungkapkan bahwa seminar tersebut merupakan bentuk kepedulian agar generasi muda tetap berpegang teguh pada Pancasila. "Indonesia merupakan negara demokrasi yang berdasar Pancasila yang di dalamnya ada nilai persatuan dan kesatuan, ini yang harus diamalkan dengan baik oleh penyelenggara negara maupun masyarakat, khususnya generasi muda," paparnya. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : bayu pradana

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top