Fasilitasi Usaha Mikro, Pemkot Malang Bedah Trik Pemasaran hingga Permodalan

Susana kegiatan Fasilitasi Penguatan Usaha bagi Usaha Mikro yang digelar Pemerintah Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Susana kegiatan Fasilitasi Penguatan Usaha bagi Usaha Mikro yang digelar Pemerintah Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Malang terus menggenjot performa pelaku usaha mikro di wilayahnya. Setelah pekan lalu mengadakan Workshop Kewirausahaan Bagi Usaha Mikro, pekan ini dilanjutkan dengan kegiatan peningkatan kapasitas pengusaha. 

Bertajuk Fasilitasi Penguatan Usaha bagi Usaha Mikro, kegiatan tersebut digelar selama dua hari, mulai hari ini (16/4/2018) hingga besok (17/4/2018) di Hotel Pelangi Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 89 orang dari pelaku usaha mikro baik baru maupun yang sudah lama.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang Tri Widyani Pangestuti menyampaikan bahwa pemerintah perlu mengambil peran strategis. Yakni melakukan serangkaian pembinaan dalam usaha mikro. Misalnya di sektor relasi, perizinan, hingga branding. "Selain dari pemerintah, yang justru penting tentunya dari kemauan serta antusias pengusaha mikro untuk mengembangkan diri," urai Yani, sapaan akrabnya. 

"Kesuksesan tidak melihat dari usia tua atau muda, lama atau baru usaha tang dibangun. Melainkan kejelian memanfaatkan peluang," tambahnya. Selama dua hari, peserta kegiatan akan diberi materi tentang pemasaran, kompetensi, dan permodalan. 

Pemkot Malang juga menghadirkan fasilitator andal, di antaranya praktisi usaha mikro serta dinas-dinas terkait. Mulai dari Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Provinsi Jawa Timur terkait hak cipta produk, juga dinas kesehatan untuk standardisasi produk, hingga dinas perizinan untuk proses izin usaha. 

Salah satu pemateri, yakni Irfan Fathoni yang merupakan pelaku usaha mikro menekankan pentingnya administrasi yang baik dalam pengembangan usaha. Istilahnya, pelaku usaha harus bisa memisahkan uang usaha dengan uang pribadi. "Ini penting agar keuangan tidak bercampur aduk. Sehingga, pelaku usaha tahu keuntungan dari usaha. Manajemen keuangan pribadi harus diatur lebih dahulu, baru bisa memanajemen keuangan usaha," urainya. 

Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top