Rencana Diperbesar, Stasiun Kotabaru Malang Bakal Punya Dua Wajah

Wajah Stasiun Kotabaru Malang yang merupakan bangunan cagar budaya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Wajah Stasiun Kotabaru Malang yang merupakan bangunan cagar budaya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wacana pembangunan perluasan Stasiun Kotabaru Malang telah santer diberitakan beberapa tahun terakhir.

Bahkan pengosongan lahan di sisi timur stasiun saat ini yang dulunya merupakan perumahan pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga telah rampung. Namun, hingga saat ini wacana tersebut belum terealisasi. 

Direktur PT KAI Edi Sukmoro di sela pemantauan kesiapan angkutan lebaran di Stasiun Kotabaru Malang beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa renovasi tersebut dilakukan bertahap. Pertama yakni di bagian muka atau depan stasiun.

"Stasiun Malang nantinya sudah direncanakan akan kita tata kembali," urainya.

Bagian depan lebih diprioritaskan karena saat ini kondisinya terkesan semrawut. Terutama lokasi parkir di stasiun tersebut sudah tidak mampu menampung kendaraan penumpang.

Akibatnya, sehari-hari kemacetan di kawasan stasiun tidak bisa dihindari. Padahal lokasi Stasiun Kotabaru Malang berada di area strategis pusat kota pendidikan.

Edi sendiri tidak mengungkapkan secara pasti waktu pembangunan.

Menurutnya, detail engineering design (DED) renovasi Stasiun Kotabaru Malang masih dalam pembahasan.

"Desainnya masih dikonsultasikan, karena DED yang dulu pernah dibuat ternyata ada perombakan," tuturnya.

Pada desain awal yang sempat beredar, stasiun utama Kota Malang itu akan memiliki dua wajah. Yakni wajah lama yang menghadap ke arah Balaikota Malang.

Bangunan asli bernilai sejarah yang saat ini masih kokoh juga akan dipertahankan. Serta wajah baru yang terkesan modern dan akan menghadap ke timur.

"Mengacu pada Undang-Undang Cagar Budaya, pembangunan nanti tidak akan mengubah bangunan asli," tegasnya. 

Pembangunan tersebut juga dinilai mendesak untuk dilakukan.

Terlebih, PT KAI mencatat bahwa Stasiun Kotabaru Malang menempati posisi ketiga di wilayah kerja Daops VIII dari sisi jumlah penumpang.

Oleh karena itu, stasiun akan diperbesar sehingga dapat menampung kebutuhan penumpang.

Agar rencana tersebut segera direalisasikan, pihaknya telah meminta pada Direktur Aset PT KAI untuk membuat maket yang dipasang di pintu masuk stasiun.

"Harus ada maket besar dipasang di stasiun, supaya siapapun yang nantinya menjadi dirut, rencana ini tidak hilang," pungkasnya.

Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top