Hapus Tato Gratis Pertama di Malang

Usung Konsep Islami, Mall Dinoyo City "Tuan Rumah" Hapus Tato Gratis

Mall Dinoyo City di Jalan MT Haryono. (Hendra Saputra/MALANGTIMES)
Mall Dinoyo City di Jalan MT Haryono. (Hendra Saputra/MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Kegiatan hapus tato yang dimotori media online MalangTIMES dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) akan berbeda dengan yang lain. Jika selama ini kegiatan hapus tato berlangsung di rumah sakit atau pondok pesantren, kali ini acara tersebut digelar di mal atau pusat perbelanjaan. 

Adalah Mall Dinoyo City (MDC) yang akan menjadi "tuan rumah" hapus tato gratis dan pertama di Malang itu. Ya, pusat perbelanjaan di Jl MT Haryono itu sangat antusias mendukung kegiatan hapus tato yang juga di-support Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Islamic Medical Service (IMS). Di MDC, hapus tato ini diadakan selama dua hari, 8-9 Mei 2018 mendatang. Antusiasme Mall Dinoyo City mendukung hapus tato ini tak lepas dari perubahan konsep yang kini diusung pengelola mal tersebut. Mulai sekarang, Mall Dinoyo City mengubah konsep menjadi bernuansa Islami.

Direktur Operasional Mall Dinoyo City Jufri Naz mengatakan bahwa saat ini ia sedang sibuk bersama timnya untuk mengubah tampilan mal menjadi Islami. "Kami mau punya satu ciri khas yang mungkin beda dengan yang lain. Jadi, kami mau menghadirkan konsep Islami," ucap dia ketika dijumpai MalangTIMES di kantornya. 

Jufri menambahkan, tentunya nanti seluruh kegiatan di MDC tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam. Sebab, dia ingin membangun total mindset pengunjung agar ketika menyebut nama MDC, langsung terbayang suasana Islami. 

"Nanti untuk fasilitas ibadah kami buat nyaman agar yang berkunjung atau pegawai tenant kami salat dengan nyaman. Sekarang kami sudah siapkan masjid yang besar dan bersih," katanya. 

Performa nuansa Islami juga tergambar pada dekorasi dan make up room yang rencananya segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Selain itu,  cara penyambutan pengunjung juga sangat kental suasana Islami. 

"Kami mau coba untuk pengelolaannya, terutama di personal karyawan kami, membiasakan untuk greeting Islam. Greeting-nya itu lebih kepada penyapaan 'assalamualaikum' seperti itu. Nanti itu ada di bagian depan dan security yang sering berinteraksi dengan pengunjung," paparnya. 

Untuk event penunjang "hijrahnya" konsep MDC, Jufri Naz mengaku akan ada tapi sifatnya umum. "Nanti ada kegiatan yang pendidikannya bersifat Islami. Di situ ada lomba hafal Alquran, lomba baca Alquran," imbuhnya. 

Pengelola MDC juga akan menggelar pengajian rutin untuk seluruh karyawan MDC. Akan tetapi jadwalnya masih dibicarakan oleh manajemen. Selain itu, MDC mendatangkan ustad di masjid bagi pengunjung yang ingin belajar mengaji. 

"Sudah ada ustadnya. Kami siapkan itu. Karena kami bekerja sama dengan PKPU dan BMH, jadi ada dua yang kami rangkul untuk kegiatan di masjid. Nanti juga ada imam tetapnya di situ. Ada yang azan empat waktu di situ. Kalau subuh kan belum buka, kecuali yang di pasar subuh ada," ungkap Jufri. (*) 

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top