Main Delapan Enam, Empat Oknum Polisi Disikat Propam

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Cinthya Dewi didampingi Kasi Propam Polrestabes Surabaya Kompol Kuncoro ketika memberikan keterangan
Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Cinthya Dewi didampingi Kasi Propam Polrestabes Surabaya Kompol Kuncoro ketika memberikan keterangan

Propam Polrestabes Surabaya mengamankan empat orang oknum polisi yang bertugas di bagian reserse kriminal. Mereka adalah Brigadir T, Bripka S, Aipda M dan Aiptu A, pada Sabtu (7/4) malam. Keempatnya diduga memainkan kasus atau biasa disebut delapan enam dalam istilah populer di kepolisian.

Keempatnya diduga melakukan pemerasan terhadap HS, warga Jalan Bolodewo, Kecamatan Semampir. HS awalnya dituduh terlibat tindak pidana kriminal peredaran gelap narkoba. Anehnya, dia diinterogasi bukan di kantor polisi melainkan di Mall THR, Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng.

Saat diamankan, tidak ditemukan barang bukti narkoba pada HS. Meski demikian HS tetap disuruh mengaku. Namun, HS tetap bersikukuh bahwa dia sama sekali tidak merasa terlibat peredaran narkoba.

Karena tidak ditemukan barang bukti yang dicari, keempat oknum polisi tersebut diduga hendak melakukan pemerasan. Mereka meminta uang Rp 25 juta.

Korban lalu diminta menghubungi keluarganya untuk menyediakan uang yang dimaksud. Pihak keluarga yang mendapat kabar itu diam-diam menghubungi petugas Propam Polrestabes Surabaya. Selanjutnya, disusun rencana untuk melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap keempat oknum polisi yang melakukan tindak tak terpuji tersebut.

Petugas Propam akhirnya berhasil menangkap basah keempat oknum polisi itu. Informasi yang didapat SurabayaTIMES uang Rp 4,9 juta berhasil disita sebagai barang bukti.

Ketika dikonfirmasi Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Cinthya Dewi membenarkan perihal diamankannya empat orang anggota tersebut. Keempatnya bertugas di Polsek Pakal dan Polsek Rungkut. Dan memang benar juga dari satuan reserse kriminal.

Kasus ini menurut dia juga benar dari laporan pihak keluarga korban. Dimana korban yang melapor setelah dituduh terlibat peredaran gelap narkoba. "Kasus yang dilaporkan kemudian diduga masalah pemerasan," bebernya.

Dari sini kemudian langsung ditindak lanjuti pihak propam. Karena selaku penegak hukum dan disiplin di internal kepolisian. "Sampai sekarang oknum anggota itu masih diperiksa," imbuhnya.

Sementara itu Kasie Propam Kompol Kuncoro menambahkan sejauh ini keempat oknum tersebut statusnya masih diperiksa. Dan dia juga membenarkan jika keempatnya masih dalam pengawasan di Polrestabes Surabaya.

Setelah enam hari diperiksa menurutnya belum ditemukan barang bukti yang dimaksud. Namun, keempat oknum anggota tersebut masih terus diperiksa alias tidak dilepaskan.

Pada proses penahanan pertama menurut dia adalah 2 x 24 jam. Dan apabila perlu perpanjangan maka bisa ditambah 5 x 24 jam.

"Untuk membuktikan pelanggaran tindak pidana yang dimaksud kami minimal harus memiliki lima alat bukti. Satu diantaranya adalah bukti elektronik," imbuhnya.

Editor : A Yahya
Publisher : Zaldi Deo
Sumber : Surabaya TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top