Dinas Pariwisata Kabupaten Malang Sambut Baik Usulan Pembangunan Museum Sejarah Budaya

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko menyampaikan usulan pembangunan museum sejarah budaya yang direspon positif oleh Disparbud Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko menyampaikan usulan pembangunan museum sejarah budaya yang direspon positif oleh Disparbud Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Minimnya kepemilikan museum sejarah dan budaya di Kabupaten Malang, menjadi perhatian serius di kalangan DPRD. 

Hal ini mengerucut pada sebuah usulan yang langsung disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Malang. Harapan besarnya adalah wilayah Bhumi Arema dengan segenap kekayaan sejarah dan budayanya bisa terdokumentasi secara baik dan benar dalam suatu museum. 

Walaupun telah memiliki Museum Singhosari, tapi masih dirasa belum mendukung nilai kekayaan sejarah budaya secara maksimal yang dimiliki oleh Kabupaten Malang. "Kita berangkat dari hal tersebut. Karenanya keberadaan museum sejarah budaya menjadi sangat penting untuk dibicarakan dan dirumuskan bersama," kata Hari Sasongko Ketua DPRD Kabupaten Malang, Kamis (12/04). 

Hari melanjutkan, usulan tersebut juga didasari dengan banyaknya tokoh yang memegang peran penting dalam perkembangan nusantara (Indonesia, red) di Kabupaten Malang. Seperti diketahui Kerajaan Singhosari adalah cikal bakal Malang yang memiliki fungsi sentral dalam perkembangan bangsa dan negara Indonesia sampai saat ini. 

Selain di era kerajaan, masih banyak sejarah perjuangan masa kolonial di Kabupaten Malang yang juga patut untuk dijaga dan disampaikan utuh kepada generasi saat ini. 

"Berbagai peninggalan zaman Singhosari maupun era perjuangan kemerdekaan sampai saat ini terpelihara. Walaupun, mungkin banyak yang juga hilang. Di sini tentunya peran museum menemukan arti pentingnya," ujar Hari. 

Secara etimologis, museum berasal dari kata Yunani mouseion. Nama museum awalnya merujuk kepada nama kuil untuk sembilan dewi Muses yang merupakan anak-anak dari Dewa Zeus. 

Berkembang seiring waktu, museum bukan sekedar tempat untuk menyimpan karya seni dan benda-benda yang langka atau kumpulan benda alam dan artefak arkeologi semata. Tapi, juga telah menjadi ruang wisata bagi masyarakat. 

"Museum yang dikemas bagus, seperti di berbagai negara bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat. Bisa menjadi tempat wisata sejarah budaya. Ini tentunya sangat mendukung program Pemerintah Kabupaten Malang," ujar Hari yang mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang. 

Harapan besar DPRD disambut hangat oleh Disparbud Kabupaten Malang yang menyampaikan,  pihaknya tentu sangat merespon usulan tersebut. "Tentunya sangat baik usulan tersebut. Kita sangat mengapresiasinya. Walau sebenarnya usulan tersebut sudah ada di Site Plan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari," ujar Made Arya Wedanthara Kepala Disparbud Kabupaten Malang. 

Usulan kepemilikan museum sejarah budaya tersebut, rencananya memang akan diajukan di tahun 2019. Tentunya, lanjut Made Arya, diperlukan kajian lebih mendalam atas harapan besar tersebut. 

"Kajian tentunya diperlukan untuk mewujudkan usulan besar tersebut. Tapi intinya kita menyambut baik usulan dari dewan tersebut," pungkasnya. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top