Target Transaksi Rp 4 Miliar di Malang City Expo 2018, Ini Beda UMKM Kota Malang dan Bandung

Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UMK I Wayan Dipta (berkacamata) saat meninjau stan pameran di Malang City Expo 2018. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UMK I Wayan Dipta (berkacamata) saat meninjau stan pameran di Malang City Expo 2018. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gelaran Malang City Expo 2018 di halaman barat Stadion Gajayana Kota Malang langsung menarik animo masyarakat. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang sebagai penyelenggara menargetkan total 25 ribu pengunjung dengan total transaksi Rp 4  miliar. 

Deputi Produksi dan Pemasaran Kementrian Koperasi dan UMK I Wayan Dipta mengungkapkan, target tersebut sangat mungkin tercapai. "Kalau dilihat produknya banyak yang bagus, tinggal mengerahkan pengunjung ke sini. Terlebih ada beberapa event tambahan yang bisa menarik untuk datang," ujarnya usai meninjau stan-stan pameran produk.

Menurut Dipta, perkembangan Kota Malang sebagai pusat pertumbukan UMKM dan ekonomi kreatif juga cukup pesat. "UMKM yang menonjol ya fashion, Malang cukup dikenal. Juga makanan dan minuman. Kota Malang dan Bandung itu kota kreatif. Bedanya, Bandung sudah lebih masuk ke digital," urainya menyoroti kondisi di Kota Malang.

Dipta mengatakan bahwa pihak kementerian selama ini terus mendorong daerah untuk melakukan promosi produk kreatif. Termasuk menggelar event-event pameran seperti Malang City Expo 2018. Terlebih, kontribusi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) cukup signifikan. "Pada perekonomian nasional, sumbangan UMKM mencapai 60 persen dari semua sektor. Juga menyerap sekitar 113 juta tenaga kerja," terangnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau pemeritah daerah untuk terus memberi ruang berkembang bagi UMKM. Terlebih pemerintah pusat sudah membuat berbagai kebijakan pendukung. Misalnya penurunan pajak PPh dari 1 persen menjadi 0,5 persen bagi usaha kecil menengah.

"Saat ini kan pajak dikurangi, diharapkan UMKM di daerah juga bisa lebih berkembang dan sejahtera. Apalagi berbagai kemudahan seperti pembuatan hak cipta, sertifikasi dan lain-lain yang kami fasilitasi," ucap dia. 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang Tri Widyani Pangestuti menambahkan bahwa pameran yang digelar hingga Kamis (14/4/2018) mendatang itu diikuti oleh 141 peserta. "Ada stan-stan dari 11 Kementerian RI, 14 kota/kabupaten di Indonesia, organisasi perangkat daerah (OPD), swasta, BUMN, koperasi di wilayah Malang Raya juga kewirausahaan," papar Yani, sapaan akrabnya. 

"Kami menargetkan ada 25 ribu kunjungan dalam empat hari penyelenggaraan ini. Juga targetkan total transaksi hingga Rp 4 miliar, mengacu dari pelaksanaan tahun lalu yang berhasil membukukan Rp 3,2 miliar transaksi," urainya. 

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top