Dari Balik Jeruji Tahanan, Abah Anton Tulis Surat, Jamaah Pengajian Jumat Legi Menangis, Apa Isinya?

Syamsul Mahmud saat membacakan surat dari Abah Anton dari balik tahanan KPK untuk jamaah Pengajian Jumat Legi, Kamis (5/4/2018) (Foto : Iim Hardian/MalangTIMES)
Syamsul Mahmud saat membacakan surat dari Abah Anton dari balik tahanan KPK untuk jamaah Pengajian Jumat Legi, Kamis (5/4/2018) (Foto : Iim Hardian/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pengajian Jumat Legi di rumah Wali Kota Malang non aktif HM Anton atau Abah Anton, Kamis (5/4/2018) terasa berbeda dari biasanya. 

Aura sedih dan haru begitu terlihat di mata ribuan jamaah yang hadir. Pengajian rutin bulanan ini tak ubahnya tempat berkumpulnya para pengagum Abah Anton yang sedang rindu pada calon Wali Kota Malang petahana ini.

Maklum, Abah Anton memang tidak bisa hadir seperti biasa. Karena, saat ini yang bersangkutan sedang menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta lantaran terjerat kasus yang juga menyeret 18 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka. 

Suasana haru semakin terasa begitu calon wakilnya di Pilkada Kota Malang 2018, Syamsul Mahmud dipersilakan naik ke atas panggung lalu membacakan pesan Abah Anton untuk para jamaah Pengajian Jumat Legi dari balik jeruji tahanan KPK. 

Mengenakan peci hitam, baju putih dan membawa secarik kertas putih, Syamsul membacakan surat dari Abah Anton yang dititipkan kepadanya. 

"Saat saya berkunjung ke Jakarta, beliau menitipkan salam kepada jamaah yang ada di sini, dan beliau menuliskan surat yang diamanahkan kepada saya untuk dibacakan hari ini," katanya. 

Sambil berdiri di atas panggung, Syamsul Mahmud membacakan pelan-pelan isi surat yang ditulis sendiri oleh Abah Anton itu. 

Para jamaah terlihat ada yang meneteskan air mata ketika surat Abah Anton tersebut dibacakan. 

Berikut isi surat yang ditulis Abah Anton 2 April 2018 untuk para jamaah Pengajian Jumat Legi

Salam perjuangan ASIK harus menang. 
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas nikmat yang diberikan kepada kita semua. 
Saya Abah Anton mohon doa dari para ulama, dan tokoh masyarakat, majelis istighosah dan seluruh masyarakat Kota Malang atas ujian Allah yang saya terima ini, sekaligus saya atas nama keluarga mohon maaf atas peristiwa yang saya alami. 
Saya harap kita harus tetap berjuang bersama demi kota yang kita cintai ini. 
Kami harus berusaha berdoa semaksimal mungkin bagaimana mewujudkan menciptakan kota yang baldathun, toyyibatun, warrobbun ghofur. 
Saya mohon anjuran salat berjamaah awal waktu ini bisa diteruskan. 
Demikian terima kasih sekali lagi. 
Kami mohon maaf yang sebesar besarnya. 
Dan berharap majelis tetap istiqomah ada atau tidak ada saya. 

"Demikian surat yang diberikan Abah Anton kepada saya saat kunjungan di Jakarta," tutup Samsul.

Pantauan MalangTIMES di lokasi, pengajian Jumat Legi kali ini dibanjiri ribuan jamaah yang berharap kegiatan rutin tetap dipertahankan. Dan, Abah Anton sebagai pemerakarsa sekaligus tuan rumah kegiatan ini didoakan agar kembali memimpin Kota Malang priode 2018 - 2023. 

Raut wajah penuh harapan sangat terlihat dari para jamaah agar Abah Anton terpilih kembali, walaupun saat ini yang bersangkutan masih ada di dalam tahanan. 

Syamsul Mahmud pun saat di atas panggung juga menyampaikan bahwa walaupun saat ini sedang tertimpa musibah ia tetap yakin dan mengajak jamaah optimis bahwa pasangan ASIK akan memenangkan percaturan politik lokal Kota Malang. 

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top