Hari Film Nasional, Karya Anak Muda Malang Ini Tuai Pujian Jokowi

Presiden RI Joko Widodo (tengah) bersama Bayu Skak (kanan) usai nonton bareng film Yowis Ben di Cinemaxx Matos Malang, Rabu (28/3/2018) malam. (foto : @moektito)
Presiden RI Joko Widodo (tengah) bersama Bayu Skak (kanan) usai nonton bareng film Yowis Ben di Cinemaxx Matos Malang, Rabu (28/3/2018) malam. (foto : @moektito)

MALANGTIMES - Tepat 30 Maret , setiap tahun warga Indonesia memperingatinya sebagai Hari Film Nasional (HFN). Peringatan HFN ini sebagai cerminan perkembangan dunia perfilman di Indonesia. 

Menilik sejarah, penetapani HFN berawal pada 30 Maret 1950 lalu. Saat itu film nasional mulai bangkit, ditandai sutradara Usmar Ismail yang berhasil memproduksi film seperti  Darah dan Doa atau The Long March of Siliwangi.

Karena itu, 30 Maret itulah kemudian dipilih Dewan Film Nasional sebagai HFN. Film karya Usmar Ismail tersebut dijadikan sebagai penanda bangkitnya industri perfilman di Indonesia. Apalagi, karya filmnya itu menceritakan perjalanan panjang atau long march prajurit Indonesia dan keluarga mereka dari Jogjakarta ke pangkalan utama mereka di Jawa Barat.

Bicara soal film di Indonesia, ada sebuah karya film paling hits besutan asli anak muda Kota Malang Bayu Eko Moektito yang akrab disapa Skak. Pemuda 25 tahun ini sudah menciptakan karya film "Yowis Ben" yang mengangkat seni budaya dan memakai dialog bahasa Jawa.

Bahkan film tersebut ditonton langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika kunjungan kerja di Kota Malang di Cinemaxx Malang Town Square, Rabu (28/3/2018) malam. 

"Melihat Film Yowis Ben, saya senang sekali ada sebuah film yang berbahasa daerah Jawa Timuran. Sampai saya menonton sangat dekat," kata Jokowi usai menonton Yowis Ben di Cinemaxx Matos Malang dalam cuplikan video yang diunggah di akun instagram @moektito.

"Kemudian film ini ada terjemahan bahasa Indonesia karena film ini memakai bahasa Jawa. Jadi, semuanya bisa melihat dan menikmati. Film anak muda ini saya kira wajib ditonton dan alur ceritanya bagus sekali," ucap Jokowi dalam postingan Instagram Bayu Skak dengan menuliskan caption "Inilah ucapan pesan dan kesan Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo ketika selesai nonton #FilmYowisBen.

Film yang rilis 22 Februari 2018 lalu ini menceritakan tentang anak muda yang mendirikan sebuah band yang ingin sukses hingga merantau ke Jakarta. Uniknya, setiap alur cerita dibumbui dengan dialog bahasa khas Jawa. Itu yang menjadi karakter dan identitas kuat film dari Yowis Ben. Bisa dibilang, film ini merupakan film karya terbaik yang muncul dari tangan anak muda asli Kota Malang. 

Beberapa netizen berkomentar di akun @moektito tentang Film Yowis Ben. Di antaranya: "Sukses Mas Bayu Skak, perjuanganmu benar-benar membuat saya terinspirasi. Yang awalnya Film Yowis Ben banyak yang menghujat sekarang menjadi film komedi remaja terfavorit para remaja Indonesia. Sampai ditonton Pak Jokowi. Pokoknya sukses terus Mas Bayu," tulis @violetayuaa.

Kemudian, @fajar_fans_sejati_1987 berkomentar, "Mas terima kasih sudah membanggakan orang Jawa Timuran sampai dipuji Pak Jokowi. Saya bersama orang Malang kamu bisa berkarya lebih baik lagi. Saya doakan Film Yowis Ben bisa ditonton lebih dari 1 juta orang, kami semua paham.perjuangan keras dari Mas Bayu Skak."

Tak hanya Film Yowis Ben yang lahir dari kreativitas warga asli Malang. Ada satu film berjudul Darah Biru Arema. Film asli warga Malang ini terlahir karena kecintaan penggemar klub Arema FC, yaitu fans Aremania dan Aremanita, ingin mewujudkan dalam berbagai bentuk kreasi sebuah film. 

Film Darah Biru Arema sudah memiliki seri Darah Biru Arema I dan Darah Biru Arema 2. Sampai sekarang film ini menjadi kebanggaan masyarakat Malang. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top